Hai, link gc ada di bio aku yang mau masuk silahkan.
Semoga ga ngebosenin, happy reading❤️
__________________
"Diam anjir, ga usah rusuh lo," kesal Nisa, dari tadi Zara banyak banget ngomel nya yang ngebuat Nisa jadi makin pusing.
Mereka berdua itu lagi ngejalanin misi ngintai dosen mereka yang tak lain adalah suami dari sahabat mereka.
Walau sebenarnya gak di suruh sama Vira tapi mereka mau aja, selain tingkat ke kepoan yang tinggi juga untuk jaga-jaga kalau ni dosen makin ngelunjak.
"Nis, itu mereka gak capek ya tatap-tatapan? Gue aja rasanya pengen samperin nih" ujar Zara yang sudah jengah dengan misi ini.
"Mana gue tau, tanya aja sama orang nya"
Zara beranjak, "oke, gue tanya."
"Et, ngapain lo?" cegah Nisa, bisa gagal misi yang sudah ia susun kalau beneran di tanya.
"Tadi lo suruh nanya, gimana sih?"
"Ya ga gitu konsep nya, kalau lo samperin ketahuan dong kita ngikutin mereka, kalau ketahuan misi kita gagal dong. Sia-sia anjir memori gue buat videoin," jelas Nisa, sabar.
Zara mengangguk mengiyakan, "makanya cepat, udah malas gue."
"Sabar, mana tau ada adegan ku menangis"
Mereka berdua masih setia ngejalanin misi mereka, dari aura-aura nya bisa di tebak kalau dua orang ini ada yang aneh. Zara dan Nisa memang ga dengar apa yang mereka bicarain, tapi dari tatapan dan juga senyum tipis yang sesekali tergambar di bibir Alvin bisa membuat mereka menyimpulkan sesuatu.
Beberapa menit kemudian dua orang yang mereka intai itu berdiri, berjalan keluar dan dari arah nya sih kayak ke parkiran.
Masih setia ngintai, Alvin dan Sania pun berpisah di parkiran. Tapi ada sesuatu yang bikin mulut Zara dan Nisa terbuka sebentar.
Pegang tangan yang di akhiri dengan pelukan.
Ga salah lagi, ini cewek emang modelan cabe di pasar yang emak beli. Sania yang meluk Alvin duluan dan bodohnya Alvin nerima gitu aja.
"Zar, kayak nya kita ga salah deh sering ngumpatin ini dosen."
Zara sempat bingung, "apa hubungan nya?"
"Ternyata selain memberi tugas yang sangat tidak manusiawi, ini dosen juga memiliki kadar ke goblokan yang tinggi," jelas Nisa yang masih menatap lurus ke depan.
"Omongan lo suka benar ya, jadi merasa pahala gue kalau hujat ini dosen."
Mereka berdua menghela nafas, merasa kasian dengan sahabat mereka yang status nya akan menjadi ibu dari anak dosen yang mereka omongin tadi.
"Video nya udah tersimpan rapi di hp gue, misi selesai."
"Alhamdulillah, gue capek bego."
_________________
Gue memarkirkan mobil gue di depan kosan Nisa, entah kenapa gue malas untuk bertemu Alvin. Gue niatnya mau nginap di sini, Zara juga dia udah pindah dan jadinya tinggal di kosan dekat sama Nisa.
Gue turun, berjalan ke pintu kamar 05. Yang gue dapat adalah kondisi pintu yang masih terkunci, ini udah maghrib sih. Gue memutuskan untuk menelpon Nisa, takut nya dia masih di mall dan gue ganggu.
Telpon tersambung.
"Lo dimana? Masih di mall?" tanya gue.
"Lagi jalan mau pulang nih sama Zara, kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomanceMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
