#39

64.4K 4.7K 710
                                        

Hai!

Vote comment nya yuk, follow juga boleh!

Link gc di ubah yaa, kalian bisa cek di bio aku.

Selamat membaca❤️

__________________

Kalian pernah dengar istilah ini, 'marahnya orang sabar adalah diam, dan lelahnya orang sabar adalah pergi' itu berguna di dalam hidup gue. Bukan bodoh, cuma masih mau mempertahankan apa yang bisa gue pertahankan.

Gue tau harusnya gue marah-marah gak jelas, tapi gue rasa percuma. Semuanya cuma bikin tenaga gue hilang, dan gue yakin itu gak akan berhasil.

Hari ini udah pas 3 hari, tapi Alvin belum sama sekali kasih kabar kalau dia pulang hari ini. Besok, kehamilan gue pas 5 bulan. Itu artinya, mungkin gue udah bisa liat dia cewek atau cowok.

Dan gue harap, gue bakalan periksa bareng sama Alvin.

Skip.

Keseharian gue layaknya kayak mahasiswa lain, berputar di dunia kampus dan tugas. Capek juga sih, apa lagi dengan keadaan perut gue yang besar. Terkadang gue ngerasa begah, ditambah sama hati yang kadang lelah. Perfect combination.

"Hari ini gue malas banget ngampus, tapi gue udah di kampus. Jadi gue kudu gimana?"

"Ya udah gak usah kuliah aja!" Gue menatap Nisa, dia udah mulai kuliah lagi.

"Ya kali berhenti di tengah jalan, lo kata ini hubungan yang ceweknya cuma di jadiin rest area?"

"Fix! Gue kesindir." Celetuk Zara, gue lupa kalau teman gue yang satu ini korban pelampiasan.

Dan Nisa yang jomblo, pernah suka sama seseorang tapi di sia-siain. Sejak itu Nisa jarang buat jatuh cinta.

Dan gue yang mencintai tapi gak di cintai.

Ini apa, Geng perkumpulan sad girl? Yakin gue kalian juga banyak yang kayak gini.

"Hari ini tu harus nya suami lo ada kelas, Ra. Dia udah balik dari Bandung kan?"

Gue mengangkat bahu acuh, "gak tau gue, di kasih kabar juga kagak."

"Kok hidup lo sedih gitu sih, Ra?" Pengen rasanya gue kasih kaca ke Zara. Omongannya se pedas cabe.

"Ngaca lo."

"Lah gue mending belom di kawinin, lah lo? Udah di buntingin pula."

Tolong siapapun, gue ikhlas kalau kalian mau coba santet Zara.

"Simple nya gini, kalau memang dia punya hati dia tau caranya menghargai, " jawab gue.

Gibahan gue selesai, mata gue langsung melotot tajam kearah seorang cowok yang masuk dengan santainya. Alvin, gue kira gak akan balik hari ini.

"Itu ada woi, lo kata kok gak ada?" Zara berucap pelan.

"Mana saya tau saya kan ikan," fyp gue penuh sama itu, jiwa tiktok gue berkoar kalau gini caranya.

"Mini siyi tii siyi kin ikin, jadi ikan beneran mampus lo," ejek Zara, gue cuma natap dia sinis.

"Sttt, itu suami lo dari tadi natap kita mulu. Diam napa sih."

Gue sama Zara langsung diam, kalau Nisa udah bertitah ya harus di laksanakan.

Mata gue balik natap dosen yang lagi natap gue juga. Tatapan gue tajam kayak isyarat 'ngapa lo liat gue!'

Alvin langsung buang mukanya, dia langsung fokus sama mahasiswa di hadapan dia.

"Dih, sangat meng-anjimkan."

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang