Selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak❤️
_________________
"Kamu kapan udahan nonton nya, ini udah malam loh"
Sedari tadi Alvin terus saja menunggu istrinya yang sedang asyik menonton drama Korea, apa enaknya sih?
"Entar pak, nanggung tinggal 3 episode lagi"
"Sudah malam, waktunya tidur"
"Bapak kalau ngantuk duluan aja"
Tanpa gue duga, pak Alvin narik laptop gue dan mematikannya. Menaruh laptop tersebut di atas nakas lalu membawa gue kedalam pelukannya.
"Tidur, besok kita olahraga"
OLAHRAGA? GA BISA GUE, LARI DIKIT AJA UDAH NGOS-NGOSAN.
Pagi ini gue tampak murung, gimana engga lagi enak-enaknya tidur malah dibangunin buat olahraga, udah nolak tapi dipaksa. Dan berakhirlah dengan gue yang ngambek.
"Jangan malas, belajar hidup sehat" ujar Alvin, ia kini memakai baju kaos bewarna hitam dan trening senada.
Gue memandangnya dengan tatapan memelas, berusaha merayu agar tak ikut berolahraga. Tapi apa daya, sekalinya batu ya tetap batu.
"Pak, saya ngantuk loh. Sekarang kan weekend jadi saya mau tidur aja ya, pliss" ucap gue dengan nada seimut mungkin.
"Weekend itu diisi dengan kegiatan produktif, bukan dengan kegiatan yang tidak akan menguntungkan kamu. Berbaring di kasur hingga beberapa jam apakah itu bagus?"
ORANG TUA KEK GINI NIH, GATAU AJA ANAK ZAMAN SEKARANG SERBA MAGER.
BORO-BORO MAU OLAHRAGA, MAU MANDI DI HARI LIBUR AJA GUE BUTUH HATI YANG MANTAP.
Gue mulai berlari mengikuti pak Alvin, di sepanjang taman banyak banget cowok-cowok ganteng yang lagi olahraga. Mata gue emang pintar, yang ganteng aja nangkap nya cepat.
"Subhanallah, calon suami gue tuh" ucap gue pelan, tapi frekuensi pendengaran Alvin cukup tajam untuk mendengarnya.
"Kamu kan udah punya suami"
"Halah, itu mah beda. Ini ganteng nya gak ketolong, itu keringat kenapa ngegoda iman, otot nya gede bener lagi. Jodohin Vira sama dia Ya Allah"
ENTAR, TADI YANG NGOMONG SAMA GUE SIAPA?
SHIT, MAMPUS LO VIRA. LO NGOMONG SAMA LAKI LO YANG GAK KALAH GANTENG BEGO!
"Kenapa tidak dilanjutkan pujiannya?"
BOLEH NIH? DENGAN SENANG HATI GUE MELANJUTKAN.
"Lihat deh pak, dia ngelap keringatnya menawan banget, saya rela deh jadi handuk keringatnya"
Kali ini gue yang melotot, pak Alvin mengambil tangan gue dan mengelap keringatnya dengan tangan gue. Apa-apaan nih, keringat lo asem.
"Sudah kan, tidak kalah beda dengan pria itu, kan?" Alvin menaik turunkan alisnya, kemudian disusul dengan kekehan manis miliknya.
Gue berdecak sebal, tangan gue ternodai.
"Pak, jorok ih"
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomanceMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
