#21

81.1K 4.8K 113
                                        

Jangan lupa vote dan komennya. Semoga menyenangkan❤️
____________

Lonceng cafe berbunyi pertanda ada pengunjung baru yang datang, gue melihat kearah pintu dimana disana seorang wanita cantik dengan dress selututnya masuk. Gue tampak tak asing dengan wajah itu, rasanya gue udah pernah liat tapi dimana.

"Woi, kok gue ga asing sama tu muka cewek" ucap gue, gue menatap kearah Zara dan Nisa.

Zara melihat kearah yang gue tunjuk, "Anjir, si gitar spanyol" ujar Zara.

GITAR SPANYOL?

INGAT GUE, WAH SIMPENAN LAKI GUE CANTIK NJIR.

EMANGNYA ITU SIMPENAN DIA? BODO AMAT.

"Buset, itu si gincu merah ya. Ga nyangka gue ketemu dia lagi" Nisa berujar, gue pun tak kalah terkejut nya dengan Zara dan Nisa.

Sementara Zara, matanya sibuk mencari seseorang disekeliling cafe ini.

"Lo cari siapa sih, Zar" ucap gue.

"Nyari laki lo, Ra"

Laki gue? Alvin dong, "Ngapain njir, dia kaga ada disini elah. Lagi rapat tadi katanya"

Zara berhenti mencari, ia menyeruput frappuccino java chip nya sejenak.

"Mana tau laki lo lagi selingkuh" ujar Zara setelah menyeruput minumannya.

"Bangsat" umpat gue, jangan sampai lah.

Nisa memutar bola mata malas, "Suami lo emangnya punya mantan gitu, Ra?" tanya Nisa.

KATANYA SIH ADA.

GUE KAGA PERCAYA NIH.

"Katanya sih ada, tapi udah lama" jawab gue, mau ada mau kaga ya gak urus.

"Astagfirullah, gue kira si bapak ga doyan cewek" gue terkekeh pelan, fikiran yang sama ketika gue mendengar ungkapan tersebut.

"Gue suka bingung sama lo, Nis. Itu tolol nya udah stadium akhir apa gimana. Kalau si bapak gak doyan cewek, napa dia nafsu sama Vira, njir" jelas Zara, ia menoyor kepala Nisa membuat sang empu meringis.

"Kepala gue ih, Zar"

IYA JUGA.

KALAU DIA GA DOYAN, KENAPA DIA NAFSUAN.

ALHAMDULILLAH NORMAL LAKI GUE.

Gue kembali acuh, mengabaikan si cewek yang menjadi topik pembicaraan di ujung sana. Gue, Zara dan Nisa kembali fokus kepada materi ujian karna memang tujuan kita kesini untuk ngopi santai dan juga belajar.

Setelah hari mulai sore, gue memutuskan untuk pulang. Gue pulang naik ojol, karna jarak kerumah juga gak terlalu jauh.

Dihalaman rumah gue sudah melihat sebuah mobil milik Alvin, itu tandanya dia udah pulang.

Gue berjalan kearah dapur untuk mengambil air dingin, setelah itu gue masuk kedalam kamar.

"Udah pulang?" tanya Alvin, ia baru saja selesai mandi sehingga abs miliknya terpampang jelas.

Gue merona melihat itu, perlu diakui bahwa iman gue hanya sebatas abs.

"Udah"

Setelah itu Alvin berlalu. Memakai baju koko yang lengkap dengan sarung dan peci nya. Bahkan, gue sangat membanggakan ciptaan tuhan yang satu ini.

"Kamu ngapain bengong, cepat wudhu, sholat"

Selesai menjalankan kewajiban sebagai umat muslim, gue kembali membuka materi yang besok akan di ujiankan. Gue harap Ip gue bisa lebih tinggi dari semester kemarin.

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang