#33

70.4K 4.7K 503
                                        

Haii, aku update lagi. Kali ini gak telat kan?

Ah, maaf up nya malam. Gimana takbirannya? Ada pasangan? Kasian mbloo.

Selamat hari raya idul adha gais, selamat menikmati daging sampai usus kalian eneg wkwk.

Aku minta maaf kalau ada salah sama kalian yaa, iya aku tau kok sering bikin kalian kesel wkwk.

Link GC di bio, yang berminat gabung silahkan.

Semoga chapter kali ini kalian ga kesel, jangan bosen yaa!!

Happy reading❤️

__________________

Percikan air membasahi tubuh gue, ga baik memang mandi malam-malam gini tapi cuma ini yang bikin tubuh gue kembali relaks.

Selesai dengan kegiatan mandi, gue keluar dengan balutan piyama dan handuk yang melekat di rambut panjang gue, untuk sejenak gue mengeringkan rambut yang masih sedikit basah ini. Setelah itu gue keluar dari kamar, niat nya sih mau ngecek kulkas ada bahan masakan apa aja yang setidaknya bisa jadi hidangan malam untuk hari ini.

Niat gue terulur saat melihat Alvin yang sedang berkutat dengan bahan-bahan dapur, aroma tumis kangkung memenuhi ruangan bawah yang mampu membuat rasa lapar tiba.

Suami gue bisa masak? Ini gue tadi ga salah temuin orang di kosan Nisa kan? Bau nya sih enak ga tau kalau rasanya.

"Mas ngapain?" tanya gue, gue berjalan ke arah Alvin berniat untuk membantu.

"Nyuci baju."

Hah?

"Tapi kok itu masak?" tanya gue heran, ada emang kayak gitu?

Alvin menoleh kearah Vira, "udah tau masak, masih nanya juga."

SEWOT BENER.

PMS LU?

"Ya udah santai napa man," cicit gue pelan, nyaris tak terdengar.

Alvin menatap Vira menyipit, lalu kembali fokus pada masakannya.

"Sejak kapan Mas bisa masak?"

"Dari kuliah."

Harusnya sih enak secara dia kuliah udah beberapa tahun yang lalu, tapi gue masih ragu. Merasa sedikit was-was lebih baik gue bantu aja biar anak gue ga salah makan atau keracunan karena bapak nya sendiri.

"Aku bantu deh," tawar gue yang sudah mengambil Alih pisau untuk memotong tomat yang akan dicampur dengan tumis kangkung nanti.

Alvin dengan cepat mengambil alih lagi pisau yang udah gue pegang, "ga usah, kamu duduk aja."

"Gak, aku bantuin," kekeh gue.

"Duduk, Vira." ujar Alvin tegas.

Takut mencari ribut, gue memilih untuk duduk. Gue menopang dagu gue di meja dengan pandangan yang hanya tertuju pada Alvin.

Bahagia?

Mungkin jawabannya iya, perlahan keadaan mulai membaik dan gue harap akan terus begini. Gue senang Alvin perhatiin gue walau itu sedikit aja, setidaknya untuk sementara gue harap keadaan ini ga akan berubah.

Alvin membalas tatapan Vira, "ga usah di pandangin terus, aku tau aku ganteng."

IYA SI EMANG GANTENG.

TAPI LU GOBLOK DUGONG.

Gue mengalihkan pandangan gue kearah lain, "ga kok siapa juga yang pandangin Mas."

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang