#22

72K 4.9K 218
                                        

Hai, selamat membaca. Semoga suka dan jangan lupa vote coment nya❤️
_____________

Gue berjalan gontai menuju kamar mandi, hari ini adalah hari terakhir gue UAS dan setelah nya gue akan libur, harapan gue semoga Ip gue memuaskan.

Selama bangun tidur tadi, kepala gue merasa sedikit pusing. Mungkin hanya efek karena beberapa hari terakhir ini gue selalu tidur larut malam, makan tidak tepat waktu dan belajar gue yang cukup menguras energi.

Efek pusing, mood gue untuk berbicara pun kurang. Gue lebih memilih diam selama di mobil.

"Kamu kenapa?" tanya Alvin.

Gue menggeleng, "Gak pa-pa"

"Suara kamu lesu gitu, sakit?" Alvin meraba kening Vira, tidak panas tapi auranya terlihat lesu.

"Sedikit pusing aja, nanti juga dibawa tidur hilang" jelas gue, gue menyandarkan kepala gue ke kepala kursi mobil, berusaha meredam pusing dengan memejamkan mata.

"Aku udah bilang, jangan forsir energi kamu melebihi batas. Gini kan akibatnya" omel Alvin, gue tak menjawab.

Alvin menghela nafas, jika ini bukan hari UAS terakhir maka dia tak akan mengizinkan Vira ngampus.
_______________

Gue bernafas lega, UAS gue akhirnya selesai dan gue bisa puas menikmati rebahan tanpa tuntutan untuk belajar. Gue masih berdiam di kelas, menelungkupkan wajah gue kemeja. Pusing gue makin menjadi, bahkan untuk berdiri gue merasa sedikit goyang.

"Ra, lo kenapa?" tanya Zara, gue mengangkat kepala sejenak.

"Pusing"

"Napa lo? Sakit" kali ini Nisa yang berujar, gue mengedikkan bahu tanda tak tau. Perasaan gue ga ada riwayat maag atau apapun itu.

"Minum obat, Ra" usul Nisa, gue mengangguk.

Setelah itu gue langsung pulang, hari ini gue pulang naik ojol karena Alvin lagi membahas masalah mahasiswa tingkat akhir dengan pak Lian.

Gue sampai dirumah, kepala gue masih pusing. Gue memutuskan untuk tidur sejenak, setidaknya bisa meredamkan sedikit pusing kepala gue.

Niatnya sih tidur sebentar, tapi gue malah kebablasan sampai maghrib. Enak juga tidur siang.

SABAR RA, NTAR LAGI LO PUAS TIDUR SIANG TANPA HARUS NGAMPUS.

Gue mendengar suara percikan air dari kamar mandi, siapa njir?

PERASAAN YANG NGISI NIH KAMAR CUMAN GUE SAMA ALVIN.

TERUS ITU SIAPA?

ANJIR BEGO, ALVIN LAH TOLOL.

"Otak gue kenapa goblok, nyesel gue pas pembagian otak dapatnya lo" gue terkekeh pelan, omongan garing yang sungguh tak ada makna sama sekali.

Alvin keluar dari kamar mandi, seperti biasa ia tak pernah memakai baju jika sehabis mandi. Membuat iman gue di uji untuk tidak berteriak.

"Masih pusing?" tanya Alvin, gue mengangguk.

"Tapi udah gak sepusing tadi" jawab gue. Alvin mengangguk kemudian keluar dari kamar.

GAK NGAPAIN GITU.

ELAH, CUEK AMAT.

Malam ini gue merasa sedikit mual, iya cuman sedikit. Udah terhitung 2 kali gue kekamar mandi cuman untuk muntah, yang keluar juga gak ada.

"Kedokter ya" ucapan ini sudah 5 kali terucap dari mulut Alvin, dan sebanyak itu pula ditolak oleh Vira.

"Engga"

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang