Hi, maaf telat dan terimakasih untuk 1K Vote di chapter sebelumnya. Seseneng itu wkwk.
Link GC ada di bio aku yaa!
Happy reading❤️
_________________
"Keluar enggak keluar enggak, keluar!" gumam gue, sedari tadi gue berjalan ke segala arah cuma untuk pertimbangin mau keluar apa engga.
Gue membuka sedikit pintu kamar, lalu memunculkan kepala gue diantara celah pintu.
"Kaga ada orangnya nih?"
AH BINGUNG GUE ANJIR.
UDAH JAM 10 MALAM, SEMOGA ALVIN DAH MINGGAT KE KAMAR SEBELAH.
Dengan langkah pelan gue keluar dari kamar, berjalan kebawah untuk membuat segelas susu, gimana pun bayi gue penting.
Aman, tv dan lampu udah mati tandanya sang suami udah minggat ke kamar sebelah.
Dengan santainya sehabis membuat segelas susu gue berjalan ke arah sofa, capek gue dikamar terus.
Gue mengambil hp, gak hidupin tv karena gue ga mau nonton. Memang cuma mau duduk-duduk aja.
Notif suara hp gue berbunyi, menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Gue membuka notif tersebut.
Unknowns
Lo apa kabar?
SIAPA INI? PERASAAN GUE GA PERNAH NYEBAR KONTAK.
Karena gue ga tau juga itu siapa jadi gue memilih untuk mengabaikan dan menutup pesan tersebut, pasti kalian yang baca ngira gue sombong kan?
Toktok!
Gue mengalihkan pandangan ke arah pintu, siapa lagi yang datang malam-malam kayak gini?
Kali ini gue ga takut, gue berjalan ke arah pintu dan sedikit mengintip dari celah jendela.
"Orang beneran sih, bukan Mbak kunti"
Ya udah gue mutusin buat buka itu pintu, yang gue lihat pertama kali adalah seorang wanita cantik yang sedang tersenyum ke arah gue.
"Hai!" ujar wanita tersebut, gue memabalas senyuman nya.
Gue gak bego, gue tau ini siapa.
Sania.
"Ada urusan apa kesini malam-malam? Ujar gue, bismillah jangan nge gas.
"Alvin ada?"
DIH, BACOT LU.
"Kalau ada kenapa?" tanya gue, hawa-hawa nya sih menuju elpiji.
"Gue mau ketemu dia, bisa tolong panggilin?" gue sedikit melirik sinis ke wanita di depan gue.
"Gue tanya nih ya, cakep ga gaya lo datang ke rumah suami orang dan seenaknya nyuruh panggilin?" tanya gue balik, udah kesel banget gue sama ini cewek.
"Kok lo ga nyantai? Gue kan ngomong baik-baik"
NGELUNJAK ANJIR.
GA MIKIR NI SETAN!
"No, bukan gue ga santai. Malah ini santai banget, gampang kok lo cuma perlu jawab pertanyaan gue"
"Salah? Gue kan cuma mau temuin Alvin"
"Dih, dia suami gue bego" ujar gue.
"Perjodohan kan? Gue ga yakin suami lo cinta sama lo"
NGOMONG NYA UDAH KAYAK CABE YANG BUNDA BELI DI PASAR.
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomanceMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
