Haii!!
Vote sama comment nya dong! Follow juga boleh <3
Selamat membaca❤️
___________________
"Mungkin dalam 1 bulan kedepan, Mas bakal lebih banyak habisin waktu buat proyek yang lagi dibangun. Untuk kampus mungkin jadwal ngajar bakal Mas atur lagi," gue yang lagi baca novel langsung nutup buku gue.
"Ya udah, tapi 2 kerjaan itu ga gampang Mas."
"Sementara aja. Kalau udah normal Mas bakal kembali lagi kayak awal, buat sekarang Mas benar-benar harus turun tangan. Ini juga Papa yang minta," jelas Alvin.
Gue ngangguk mengerti.
Kejadian malam dimana Alvin jelasin sebagian masalahnya, itu udah 1 minggu yang lalu. Selama 1 minggu ini, hubungan kita juga baik-baik aja. Walaupun kadang gue suka dengar Alvin yang angkat telpon seseorang secara diam-diam.
Alvin ngambil novel yang lagi gue baca, dia simpan novel itu di meja sebelah sofa. Tangan gue ditarik lembut sama dia, kesal ga sih lagi seru-seru di ganggu.
"Mas! Aku lagi baca novel. Kalau mau tidur ya duluan aja," gue ngelepas tangan gue waktu udah di kamar, langsung natap dia kesal.
"Ini udah jam 11, mau tidur jam berapa lagi?"
"Masih juga jam 11," ujar gue pelan.
Alvin udah baring di kasur, yang bisa gue lakuin cuma sabar.
"Kesehatan kamu bukan buat diri kamu sendiri, tapi juga buat dia."
Gue langsung jalan kesamping, ngelepas jedai dirambut gue dan ikut baring di kasur. Ngalah ajalah kalau udah bawa nama bayi.
Langsung diam, padahal gue tau kalau Alvin cuma merem.
"Mas."
"Hm."
Apa gue bilang.
"Aku udah telat cek ke dokter," gue arahin kepala gue ke Alvin.
"Harusnya kapan?"
"Minggu kemaren."
Alvin langsung buka matanya, dia natap gue.
"Kenapa ga bilang?"
"Salah siapa ga ingat," balas gue, padahal aslinya gue juga lagi mager.
"Besok cek, tapi Mas gak janji bakal temanin," sedikit kecewa sih, tapi kan Alvin lagi ada proyek yang penting. Mau ga mau ya gue pergi sendiri.
"Mas!"
"Apa lagi."
"Kok Mas ngerubah panggilan diri Mas sendiri sih? Kan biasanya makai aku," gue tau ini random banget pertanyaannya, cuma gue baru ngeh aja kalau dia gak ngerubah panggilan dia sejak di bandara.
"Mau aja," jawab Alvin, suaranya udah mulai serak.
Mulut gue langsung diam, gak ada hal lain yang harus gue omongin sekarang.
___________________
Sesuai dugaan, gue pergi cek ke dokter sendiri siang ini. Gue juga lebih milih naik ojol daripada bawa mobil ataupun motor gue. Rasanya lagi malas buat nyetir.
Sebelumnya gue udah hubungin dokter yang biasa sama gue, karena harus atur jadwal dia juga. Gue masuk keruangan nya dan mulai cek, harus nya diminggu ke 20 ini udah bisa cek jenis kelamin. Tapi si bayi ini belum nunjukin dia cewek atau cowok, kata dokter itu juga tergantung sama posisi bayi.
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomansaMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
