#59

59.9K 4.7K 505
                                        

Hai, masih begadang?

Happy new year, maaf aku telat ucapin dan telat update 3 minggu-!

Udah nungguin Alvin Vira setaun ya wkwk, i'm so sorry aku kemarin habis liburan 2 minggu dan sisanya itu ngeberesin barang-barang, tentunya juga gak bisa mikir karena capek.

Siap ini, aku bakal update rutin kayak biasanya kok.

Jangan lupa vote comment yaa, aku tunggu loh:)

Selamat membaca-!
_____________________

"Udah dong Mas, Mas udah meluk aku mau 15 menit loh. Ini kita kapan berangkat ke kampusnya." Tangan gue coba ngedorong Alvin, tapi tetep aja mau sekuat apapun tenaga gue itu cuma bagaikan ampas-ampas tenaga Alvin.

Bukannya nurutin ucapan gue, Alvin sekarang malah menenggelamkan wajahnya di ceruk leher gue. Ngedusel-dusel wajahnya di sama sambil sesekali bernafas pelan yang sangat mempengaruhi detak jantung gue.

"Ada wangi vanilla nya sekarang ya, " ujar Alvin, wajahnya yang masih menempel di kulit gue itu membuat efek samping pergerakan mulutnya juga kerasa jelas.

Kening gue berkerut, "apanya yang wangi vanilla?"

"Ini, tubuh kamu. Kecium sama Mas."

"Aku nyoba-nyoba doang. Kan kemarin habis beli shower gel baru, berhubung wanginya aku suka jadi aku pakai." Jelas gue, Alvin mengangguk meski masih terus mendusel-duselnya wajahnya dan sesekali menghirup aroma tubuh gue.

Kepala Alvin terangkat, "Mas lebih suka yang british rose, yang ini kesannya manis gitu."

Alvin memang lebih suka wangi tubuh yang segar dan gak terlalu menyengat. Sedangkan gue suka yang terkesan manis, kita berdua punya selera berbeda untuk wangi tubuh.

"Justru aku suka yang ini makanya aku pakai Mas."

"Tapi Mas ga suka," kepala Alvin menggeleng. Gue berdecak pelan.

Tangan gue narik Alvin dari tubuh gue sambil natap dia kesel. "Kan yang nyium tubuh kamu itu Mas. Ya wanginya harus yang nyaman dan yang Mas suka dong." Alvin mengangkat kedua alisnya secara bergantian, mata gue langsung aja melotot.

"Mas ngomongnya jorok."

"Jorok dari mananya? Emang bener kan, Mas yang selalu nyium."

Refleks gue bantal ke muka Alvin, "Mas bisa diam ga sih!"

Dalam hitungan detik, tawa lepas Alvin langsung menggema keras dengan gue yang menatap dia jengkel. Pagi-pagi gini otak gue udah di ajak traveling sama dia. Godaan Alvin itu gak akan jauh dari yang berbau mesum lah pokonya.

_____________________

"Aduh bumil gue, mana pakmil nya?" Gue baru aja duduk dan langsung dapat pelukan kencang dari sahabat gue, beneran sekencang itu sampai gue lumayan sesak.

"Woi gue sesak, lepas dulu ih." Zara dan Nisa langsung ngelepas pelukannya sambil cengengesan, mata gue memutari sekeliling buat ngeliat udah ada tanda-tanda dosen masuk apa belum.

Hari ini gue UAS, dan untuk hari pertama ini gue dapat pengawas Alvin dan satu asistennya. Dari kemarin gue santai-santai aja, persiapan gue cuma sekedar buka PowerPoint itu pun gak sampai sejam.

"Ini berapa menit lagi sih? lama banget pengawasnya."

"Masih 45 menit lagi goblok." Tangan Zara mukul kepala gue pelan.

Pandangan mereka berdua jatuh ke perut gue yang masih terlapis kemeja, mereka natap perut gue dengan berbinar-binar.

"Ga nyangka gue utun 2 jadi dalam waktu yang singkat, Mama sama Papa nya terlalu aktif. Ya ga?" Nisa menaikkan alisnya bergantian, spontan aja gue langsung nginjak kaki dia dan berujung Nisa yang menjerit kesakitan.

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang