#34

68.7K 4.5K 331
                                        

Haiiii, apa kabar kalian?

Masih setia rebahan? Atau setia ngejomblo?

Kali ini up nemanin malming kalian hehe, tau kok kalian malming nya gada yang ngajakin kan? Kasian.

Kita sama:)

Semoga tidak mengecewakan, jangan bosan yaa.

Selamat membaca❤️

"Aku ingin seperti bulan dan bintang, tetap berada di langit yang sama."

____________________

Hari-hari gue emang gak produktif banget, seperti minggu pagi ini. Gue bingung harus ngapain, seperti biasa Alvin selalu olahraga kalau dia lagi free. Gue tadi di ajak, cuma gue menolak dengan alasan "perut aku udah mulai berat, Mas. Sesak kalau di bawa olahraga." Ga sepenuhnya benar, karena alasan lainnya gue mager.

Rambut panjang gue terurai, gue mutusin buat bikin sarapan aja. Biar ga ribet, gue jedai asal rambut gue.

Bahan-bahan di kulkas masih lengkap, cuma pilihan gue jatuh di nasi goreng. Selain enak, bikinnya juga gampang.

Kalau masak itu wajib banget hidupin musik, biar gak sepi aja.

Pintu rumah terbuka, Alvin masuk dengan keadaannya yang penuh keringat.

Alvin tau Vira di dapur, ia berjalan kearah dapur dengan keadaan yang masih penuh keringat.

"Kok udah pulang, Mas?"

"Emang mau pulang jam berapa lagi, hm?" Gue meyengir, iya juga.

"Mandi, baru makan," perintah gue, Alvin menggeleng beberapa kali.

"Nanti aja."

Gue mendengus. Ga nyadar apa itu keringat dia udah asem banget, sukur-sukur kalau wangi. Lah ini?

"Bau, Mas. Sana ih," usir gue, bukannya menjauh tapi Alvin malah mendekat. Merapatkan tubuhnya ke tubuh Vira.

Gue melotot tajam, "sanaa!"

"Gak!"

NGESELIN LO KUMAT LAGI.

LO BAU BEGO, KALO KERINGAT LO KAYAK PARFUM YA ENAK LAH INI? ASEM KAYAK ORANGNYA!

Alvin memeluk Vira, sengaja. Gue memukul punggungnya kuat, bahkan sampai berbunyi.

"Lepas, woi!"

"Asem, astaghfirullah."

Masih dengan posisi yang sama, Alvin semakin mengeratkan pelukannya. Di balik itu bibirnya sedikit melengkung, menciptakan senyum indah.

"Lepas, asem kayak muka Mas," rengek gue, ga bohong. Kalian coba aja rasain.

"Heh!"

Gue semakin gencar ngegas, ngomong baik-baik gak ada gunanya.

"WOI SESAK, PERUT GUE!" ujar gue, ngegas.

Bukannya melepas, Alvin malah tertawa. Entah apa yang lucu, garing.

"ANAK LO MATI, ANJIR."

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang