Hallo!
Gila sih aku ngilangnya lama ya, kayak merasa gak berdosa banget. Sorry, keasikan scroll apk bewarna hitam. BIASALAH.
Please give me your vote and comments as a feedback. Thanks and enjoy-!
___________________
"Bobok dong, nak. Papa ngantuk banget." Alvin berujar dengan tangan yang masih setia mengelus perut gue yang sudah berisikan janin berusia 4 bulan.
"Kamu juga bobok, ini udah jam 2 malam. Mas ngantuk banget."
"Aku udah bilang kalau Mas mau tidur ya tidur aja. Enggak usah nunggu aku, aku gak ngantuk."
Alvin sedikit menolehkan kepalanya kearah gue, matanya udah sayu. Kelihatan banget lagi nahan ngantuk. "Beneran? Tapi kamu tetep harus bobok ya."
Tak ada jawaban dan Alvin semakin yakin bahwa ia sudah bisa mendapatkan waktu untuk tertidur. Matanya sangat mengantuk dan tubuhnya terasa lemas. "Ya udah aku tidur duluan."
Alvin kembali menarik selimut sampai sebatas pinggangnya, ia berbaring menghadap gue dengan mata yang perlahan mulai terpejam. Gue membalikkan badan menjadi telentang, badan gue saat ini seperti gelisah. Gue mau tidur, tapi rasa kantuk dari tadi sama sekali tidak menyerang gue.
"Kenapa Mas gak pernah peka, sih?!"
Dan mata Alvin kembali terbuka saat mendapat satu tabokan dari gue, wajahnya memerah.
"Vira.." ujar Alvin dengan nada sayunya. Ia mengusap wajahnya sebelum kembali bangkit.
"Kamu ngomong sama aku mau apa, aku gak akan paham."
Gue berbalik badan menjadi membelakangi Alvin, ini udah jam 2 dini hari dan gue tau ini bukan waktunya untuk tetap membuka mata. Alvin yang melihat itu langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Ia membasuh mukanya untuk sedikit menghilangkan rasa ngantuk. Setelah itu Alvin keluar dengan wajah yang bisa dibilang sedikit lebih fresh. Ia yakin bahwa malam ini kembali tidak mendapat jatah tidur.
Alvin setengah berbaring di ranjang dengan tangan yang berusaha membalikkan tubuh gue. "Sini," ujarnya dengan nada pelan dan itu berhasil membuat gue berbaring menghadap dia.
Kepala gue sedikit di angkat dan Alvin memasukkan tangannya disana, tangan satunya lagi kembali masuk ke dalam kaos gue dan mengelus punggung gue.
"Kamu mau apa?"
Gue menggeleng. Gue mengarahkan kepala gue ke dada Alvin, mendusel-duselkan wajah gue disana.
"Mas?"
"Hm."
"Udon malam-malam gini enak gak, sih?" Ujar gue tiba-tiba, dan Alvin langsung memberhentikan elusan tangannya di punggung gue. Badannya sedikit menjauh, kepala gue mendongak menatap Alvin keatas.
Dia menatap gue dengan mata yang membulat, "kamu mau udon?"
Gue menyunggingkan senyum tipis, "tumben suamiku ini peka."
Alvin menggelengkan kepalanya, dia sedikit menoleh untuk melihat jam weker kecil bewarna putih dinakas.
02.15, gila saja!
Kemana dia harus mencari udon jam segini, bahkan jalanan sudah pasti sepi dan hanya lampu jalanan sebagai penerang. Dan yang membuat Alvin semakin ragu untuk menolak adalah, ini first time Vira ngidam di kehamilan kedua. Sebelumnya, ngidam dirasakan oleh Alvin meskipun tidak terlalu sering.
"Ini bukan malam lagi, Vira. Hampir jam 3 subuh, waktunya orang untuk tidur. Bukan buat makan udon."
"Tapi di otak aku udah kebayang banget menu-menu di Marugame Udon, Mas. Apa lagi tempuranya, aku mau banget."
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomansaMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
