#25

75.6K 4.7K 154
                                        

Up nihh!!!

Ada yang nungguin gak?

Gak ada ya? Hm okay.

Maap up nya malam terus, mohon dimaklumi karena ngetiknya juga ngebut.

Happy reading❤️
______________

Laki-laki itu itu turun dari mobil miliknya, berjalan kedalam cafe untuk menemui seseorang.

Ia melihat keseluruh penjuru ruangan, matanya menatap sosok cantik bersurai hitam panjang di ujung sana.

Cantik. Ya, perlu diakui. Ia berjalan kearah gadis tersebut lalu berdehem pelan.

"Ekhem"

Gadis tersebut mendongak, ia tersenyum lebar kala melihat lelaki di depannya, "Hai, aku kira kamu gak datang" ujar gadis tersebut.

"Saya tidak pernah mengingkar janji"

"Aku udah pesanin Caramel Macchiato untuk kamu, masih tetap suka kan?"

"Masih" gadis tersebut tersenyum, ternyata setelah beberapa tahun minuman favorit pria ini tak pernah berubah.

Alvin mengalihkan pandangannya kearah luar jendela, menetralkan kenangan yang kembali berputar keras didalam otaknya. Terakhir kali, gadis ini ia temui beberapa hari sebelum pernikahannya.

"Kabar kamu gimana?" ujar gadis tersebut.

Alvin kembali menatap gadis dihadapannya, "Saya baik, bahkan sangat baik" jawab Alvin dengan nada dingin khasnya.

"Berarti hanya aku yang gak baik-baik aja saat hari perpisahan kita"

Shit! Jika pertemuan ini membahas kisah masa lalu maka Alvin akan menyesal telah menepati janjinya. Terlanjur, kakinya sudah berat untuk beranjak.

"Ada keperluan apa kamu mengajak saya bertemu?"

Gadis tersebut tersenyum kala Alvin menatap ke arahnya, tatapan lembut yang selalu dia rindukan. "Sekedar membahas tentang kita, belum telat kan?"

"Kita hanya tinggal kata. Perlu saya keraskan, saya dan kamu bahkan berakhir beberapa tahun yang lalu karena kesalah kamu sendiri. Saya suami orang, tolong hargai keputusan saya" gadis tersebut tersenyum getir, ia kira Alvin sudah lupa dengan berakhirnya hubungan mereka beberapa tahun yang lalu.

"Aku tau, tapi meminta maaf gak ada salahnya kan?" Alvin menghela nafas, berusaha menguatkan hati untuk tidak kembali mengingat beberapa tahun silam.

"Sudah saya maafkan, jika tidak ada kepentingan saya permisi" Alvin baru saja akan beranjak, namun gadis tersebut segera berdiri dan menahan lengan Alvin.

Detik selanjutnya ia berhambur kedalam pelukan dada bidang yang dulu selalu menjadi sandarannya itu.

Alvin menegang, tentu. Bahkan spontan tangannya mengelus surai hitam panjang itu. Namun beberapa detik kemudian, ia segera melepaskan pelukan itu secara paksa dan segera beranjak dengan berlari kecil.

Gadis tersebut tersenyum getir, salahnya dan akan tetap salahnya. Sania segera kembali duduk, menetralkan kembali jantung nya yang kembali berdegup kencang.
______________

Alvin menghempaskan punggung lebar miliknya di sofa ruangannya, sengaja ia kembali ke kampus karna ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.

Ia memijit kepalanya sejenak, ia melihat ponselnya namun sama sekali tak ada notif membuatnya menaruh kembali ponsel itu.

Sementara di lain tempat, wanita itu berjalan riang memasuki halaman rumah bundanya.

"BUNDAAAAA AYAHHHHH ABANGG, VIRA HEREEEE!!" teriak gue, ah sudah lama rasanya gue gak teriak kayak gini.

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang