#45

71.3K 4.9K 917
                                        

Hai!

Lagi rajin up, ide lagi numpuk wkwk.

Vote comment jangan malas yaa:)

Selamat membaca.

'Nangis tengah malam ngelepasin keresahan diri sendiri itu gak enak, pura-pura oke itu sakit.'

_____________________

"Mas sayang kamu."

Keheningan sejenak, kenapa kata-kata itu baru terlontar sekarang?

Melepas pelukan Alvin yang kian erat secara paksa, gue menatap nanar ke arah dia.

Rasa sayang itu pasti ada dalam hubungan yang udah di bangun, tapi kalau cinta? Gak semua orang ngerti dengan satu kata itu.

"Aku mau ke kamar mandi." Elak gue, mengalihkan pembicaraan. Berjalan dengan sedikit pelan karena rasa kram yang masih sangat terasa.

Mengunci pintu, gue berkaca di depan. Memperhatikan jejak air mata yang masih tampak jelas terlihat. Tersenyum nanar sebentar. Untuk apa nangisin hal yang gak pasti?

Kemana jiwa bodo amat yang udah susah payah gue tanamkan di diri sendiri?

Lenyap, sekuat apa pun pasti orang punya titik lemah.

"Kenapa gue seakan-seakan di bodohin sama cinta sih? Lo goblok tau ga, Ra." Gumam gue sendiri. Menyadarkan diri atas semua nya.

"Dulu gue yang bilang sendiri gak akan ada rasa sama dia, tapi sekarang? Jilat ludah sendiri."

"Kenapa cuma gue? Kenapa dia engga?" Nada suara gue lemah, sakit kian terasa.

Membutuhkan sedikit ketenangan, gue menghidupkan shower. Mengatur suhu nya sesuai yang gue ingin kan.

Membuka pakaian secara satu persatu, kening gue mengkerut saat melihat ada yang mengganjal.

Bercak darah terdapat di celana dalam gue. Yang gue tau, orang hamil gak mungkin pms. Rasa khawatir langsung mendominasi gue lagi.

"Bercak darah? Flek?" Gumam gue, kening gue semakin berkerut.

"Mungkin gue cuma kecapean aja, kan dari tadi aktifitas berat terus. Gak papa ini kali ya." Gue meyakinkan diri sendiri. Gue pikir ini cuma efek dari kegiatan gue hari ini. Mungkin gak terlalu bermasalah.

Selesai mandi, gue memakai pantyliner. Bercak darah yang keluar tergolong sedikit, gue rasa ga perlu memakai pembalut yang kayak biasa.

Keluar dari kamar mandi menggunakan piyama, gue langsung berjalan ke meja rias. Ngeringin rambut yang habis di keramas. Dari cermin, gue dapat melihat bayangan Alvin. Mata dia fokus melihat gue.

"Kenapa?" Ucap gue setelah membalikkan badan.

Alvin menggeleng, "sini."

Kening gue berkerut, ngapain?

"Duduk di sini." Alvin menepuk-nepuk ranjang di sebelah nya. Setelah terdiam beberapa saat, gue berjalan ke sana.

"Kenapa?" Tanya gue. Alvin tak merespon, dia masuk ke pelukan gue. Menenggelamkan kepalanya di ceruk leher gue yang terbuka.

Alvin mengendus-ngendus leher gue, spontan gue mukul punggung dia kuat.

"Mas!"

"Hm?"

"Jangan macem-macem!" Larang gue, Alvin terkekeh sebentar.

"Kenapa?"

"Stop kayak gitu, aku belum maafin Mas."

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang