#37

62.1K 4.8K 541
                                        

Hai, selamat hari jum'at.

1 detik kalian di luangkan untuk pencet bintang di ujung kiri, bisa kan?

Selamat membaca❤️

__________________

"Masih mau marah?"

"Besok Mas pergi, loh." Alvin masih setia membujuk, ia juga merubah kata aku menjadi Mas untuk melancarkan aksinya.

"Yakin gak bakal nangis?

DIH, OGAH.

SAPE LU?

"Ya udah."

Gue diam, Alvin pun juga. Kalau di tanya masih marah? Ya masih lah. Apa lagi melihat Alvin yang akan berangkat ke Bandung, berbagai macam pikiran aneh itu udah gue bayangkan dari malam dimana Alvin bilang mau ke Bandung untuk acara seminar.

"Vira?" Gue masih diam, bodo amat lah gue masih kesel.

"Mas gak bakal aneh-aneh di sana." Ujar Alvin seolah mengerti pikiran gue sekarang. Lagi, kata aku di rubah menjadi Mas.

"Tidur Mas, besok kesiangan."

Hanya itu, 4 kata berhasil lolos sebelum ke adaan kembali hening.

________________

Yogyakarta International Airport, ini masih jam 9 pagi dan gue udah ada disini. Alvin berdiri di depan gue dengan lengan kemeja abu-abu nya yang di gulung se siku.

Gue menatap dia sebentar, kalau boleh jujur gue pengen banget bilang 'Mas gak usah pergi gak bisa ya?' atau 'Mas aku ga boleh ikut?' terkesan manja memang.

"Mas masih ada waktu 1 jam lagi, masih mau marah?"

Alvin mengacak rambut gue, gue menepis tangannya. Enak aja berantakin, gue capek nyatok nya nih.

"Mas ini tu catok nya ga gampang ya!" Kesal gue, Alvin malah tertawa. Akhlak nya minus emang.

"Gitu dong kesel, jangan diem aja."

Gue hanya melirik sinis, mengalihkan pandangan gue ke orang yang berlalu lalang padahal aslinya pengen nangis.

"Kenapa liatin orang lain? Sini." Gue gak menghiraukan, Alvin menghembuskan nafasnya pasrah.

"Vira, Mas gak punya waktu banyak. Mas juga belum chek-in. Kalau kamu masih mau gini terus gimana Mas mau masuk ke dalam?"

"Mas tau Mas bohong sama kamu tentang kemarin, tapi kalau Mas jelasin sekarang juga percuma. Waktu Mas terbatas, kamu masih tetap mau diam?"

Gue tetep diam, menahan sekuat tenaga supaya air mata gue gak keluar.

1 menit

2 menit

3 menit

4 menit

5 menit

"Oke, Mas masuk kedalam. Kamu hati-hati nyetirnya." Alvin udah ngambil kopernya, dia gak punya banyak waktu untuk ngebujuk lagi. Kalau di hitung, udah 3 hari dia ngebujuk kayak gini.

Udah, gue gak tahan!

Gue pengen di peluk, bodo amat sama ego sialan itu.

Gue menahan tangan Alvin yang udah mau nyeret kopernya, mata gue menatap dia dengan air mata yang bersiap buat jatuh.

"Mas."

Alvin menoleh, dia tersenyum senang. Bagus, aksinya berhasil.

Gue langsung meluk Alvin, kepala gue tenggelam di dadanya. Isakan kecil mulai terdengar. Iya, gue nangis.

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang