Haii, chapter 28 udah aku publish kok tapi gak ada notif aja. Bagi yang belum baca silahkan cek dulu ya baru baca chapter ini.
Happy reading❤️
________________
Malam ini tak seperti malam sebelumnya, langit sedikit menurunkan rintik hujan. Disinilah gue, duduk menghadap balkon dengan segelas kopi susu.
"Belum"
"Mungkin masih, sedikit"
Kata-kata itu yang terus menghantui pikiran gue, bahkan gue dengan sangat cepat menaruh rasa tapi sampai sekarang gue belum mendapat balasannya.
Tangan gue mengelus perut yang sedikit membuncit itu.
"Hai baby, udah dua hari ya gak di sapa sama Papa"
"Kangen gak? Sabar ya" gue terkekeh, lucu rasanya mengajak bicara bayi di perut gue ini.
Gue menoleh ke belakang, kosong.
Kamar ini tampak kosong, bahkan sudah dua hari gue tidur di sini sendiri.
Bukan, bukan gue yang menjauh tapi Alvin yang menjauh.
Gue merasakan udara malam yang mencekang, bersamaan dengan rintik hujan yang turun cairan bening pun juga turun dari mata gue.
"Ah, bego banget sih anjir pakai nangis segala, gak boleh lemah Vira" gue menyemangati diri sendiri, suara telpon yang berdering membuat gue melihat ke benda pipih itu.
ZARANJING
Gue mengangkat panggilan dari Zara.
"Assalamualaikum ukhti, calon mama muda"
"Waalaikumsalam"
"Lo nangis ya? Woi sini bilang siapa yang nangisin lo biar gue hamilin"
Gue terkekeh kecil sebentar, "bego lo"
"Lo kenapa?"
"Gak, gue ingusan aja"
"Bohong dosa lo gue tanggung"
"Yaudah lah gue bohong, bersih nih ya dosa gue?"
"Si monyet, salah konsep gue"
"Bodo amat, bay. Assalamualaikum"
Belum sempat salam gue terjawab, gue sudah mematikan telpon itu.
Gue masuk ke kamar, ga kuat sama dinginnya udara malam.
Gue baru ingat kalau gue udah gak makan dari tadi pagi, bisa mati anak gue kalau gue aja gak jaga nutrisi. Gue turun kebawah, TV yang menyala membuat gue sadar kalau ada orang di situ.
Sementara Alvin yang mendengar suara langkah kaki pun menoleh sebentar, lalu melanjutkan kembali kegiatan awalnya.
Dengan langkah yang memelan, gue berjalan dengan ragu ke arah Alvin.
SAMPERIN ENGGAK?
IYA AJA LAH, LO HARUS BIKIN DIA CINTA SAMA LO VIRA.
JANGAN NYERAH!
"M-as" panggil gue pelan, Alvin menoleh. Tak ada ekspresi apa pun sehingga membuat gue lagi dan lagi bersabar.
"Mas udah makan?" tanya gue.
Alvin mengangguk, "udah" jawabnya.
"Oh oke" gue tersenyum sebelum berbalik badan dan berjalan ke arah meja makan.
GAK ADA ACARA NANYAIN GUE GITU?
SABAR VIRA, SEBENTAR AJA.
_________________
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomansaMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
