HAIII!!
Up tepat di jam 00.00, ada yang masih melek? Kaum gadang ada?
ITU TANDA BINTANG DI UJUNG KIRI DI KLIK NAPA WOII!
Chapter ini semoga tidak membosankan.
Selamat membaca❤️
___________________
ALVIN POV.
Gue melihat ke arah samping, ada sebuah punggung kecil yang tertidur membelakangi gue.
Untuk sesaat, gue menghela nafas berat, sangat berat. Seperti ada sebuah beban yang tertahan.
Gue berjalan ke samping, berjongkok di hadapan Vira. Wajah nya tenang, menikmati alam mimpi.
Mata gue tertuju ke bawah, melihat perut yang sudah mulai membuncit. Tangan gue bergerak, mengelus perut itu sebentar.
"Maaf."
"Maaf udah ingkar janji, lagi."
Setelah itu gue beranjak, berjalan kearah kamar mandi untuk mengambil wudhu. Di lanjutkan dengan melakukan kewajiban seorang muslim.
ALVIN POV OFF.
___________________
Gue sama sekali gak melihat ada sisa piring kotor, tadi malam Alvin makan atau engga? gue ga sempat nanya, karena saat gue terbangun Alvin udah enggak ada.
Hari ini gue udah siap dengan pakaian gue, gue ada janji untuk seseorang. Mau nolak gue ga enak, mumpung gue juga lagi ga ada kegiatan kenapa engga.
Suara mobil menderu di depan rumah, gue bergegas mengambil tas dan memakai sepatu. Setelah itu gue keluar, memberikan senyum lebar ke arah Abian.
"Maaf lama ya."
"Gak papa, santai. Harus nya gue yang minta maaf karena udah repotin lo," ujar Abian, gue hanya tersenyum. Perlahan gue masih kedalam mobil itu, meletakkan tas gue di di paha.
"Jadi, lo mau gue ajak kemana?" tanya Abian, gue menolehkan pandangan ke arahnya, ini tepat banget sama jam makan siang.
"Gue lapar, makan aja dulu."
Iya, gue emang makan mulu kerjaannya. Nafsu makan gue sangat meningkat drastis. Abian melakukan mobilnya, dengan tujuan ke suatu cafe yang sering di kunjungi oleh kalangan anak muda.
Setelah duduk dengan tenang di kursi, gue dan Abian memilih makanan. Menu yang kita pesan sama, lebih tepatnya Abian yang ngikut-ngikut gue. Pandangan Abian lurus menatap gue, jujur gue sedikit risih. Apa lagi sesekali dia tersenyum, gue sempat mikir kalau ada yang salah sama penampilan gue hari ini.
"Lo ga nyaman jalan sama gue?"
"Eh engga, biasa aja kok."
Beberapa menit kemudian, makanan yang di pesan datang. Lengkap dengan dessert yang juga gue pesan.
Abian mengambil minumannya, mencicip rasa dari menu pilihan gue.
"Ini manis banget."
"Serius?" Abian mengangguk, gue mengambil minuman gue dan mencicip rasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomanceMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
