Hai!
Jam 12 malem nih up nya, lagi begadang makanya up wkwk.
JANGAN LUPA VOTE COMMENT, FOLLOW JUGA SILAHKAN YAW.
Selamat membaca❤️
____________________
'Termasuk saya.'
Kata itu terus berputar di kepala seorang Alvin Geraldi Mahardika. Ia sesama lelaki, ia tau apa arti sorotan mata itu.
Dan sekarang, istrinya sedang dibawa pergi dengan mahasiswa di kampusnya.
Mata Alvin menyorot tajam ke arah Sania. Dengan cepat, Alvin berjalan keluar dari cafe, meninggalkan Sania yang melongo kesal menatapnya.
"Gue ditinggal?" Sania menunjuk dirinya sendiri, niatnya mau membuat Vira rendah dimata Alvin tapi malah dia yang direndahkan.
Salah sasaran ini namanya.
Diluar sana, Alvin melajukan mobil nya membelah jalanan Jogja. Mukanya masih memerah sedari tadi.
Vira, menggandeng tangan Giano dan mengakui Giano suaminya. Gimana gak kesel, hatinya jadi panas sendiri.
Aneh memang.
"Pulang atau kerumah Bunda?" Gumam Alvin. Ia memilih memberhentikan mobilnya di tepi jalan.
Tujuannya, menelpon Vira dan menyusulnya.
Panggilan pertama, ga di angkat.
Panggilan kedua, ga di angkat.
Panggilan ketiga, suara operator.
Sialan memang.
Alvin menyisir rambutnya yang lurus kebelakang dengan kasar, keningnya mulai menghasilkan keringat.
"Bohong salah, jujur musibah. Gini banget hidup."
Kembali fokus pada jalanan, Alvin melajukan mobilnya ke rumah mertua, ga mungkin Vira pulang ke rumah mereka. Didalam hati, ia sedang menyiapkan serangkaian kata kalau di introgasi.
Takut-takut sampai disana malah di usir, cari aman.
Mobil pribadi Alvin berhenti di depan pagar hitam, sebelum turun ia berdoa supaya Vira ada disini.
"Bismillah," Alvin berujar pelan.
Suatu keberuntungan, ternyata sang Bunda mertua lagi nyiram tanaman sambil sesekali ambil rumput liar yang tumbuh.
"Khm, assalamualaikum bun." Bunda mertua pun langsung ngalihin pandangannya. Ternyata mantu kesayangannya lagi berdiri di hadapan dia sambil tersenyum ramah. Langsung aja itu tanaman di anggurin, mantu ganteng lebih enak di pandang dari pada tanaman.
"Waalaikumsalam, tumben kamu kesini." Bukannya jawab, Alvin malah julurin tangannya. Salim tangan mertua dia.
"Gak papa bun, sekali-kali."
Si Bunda celingak-celinguk nyari anak ceweknya. Biasanya selalu nempel. Lah kok sekarang gak ada.
"Loh, Vira nya mana, Alvin?"
Mampus.
"A-anu bun, Alvin kesini mau nyari Vira." Cicit Alvin pelan, takut sebenarnya. Se tegas apa pun dia di hadapan orang lain, tapi tetap aja dia takut di hadapan orang tua. Apa lagi ini mertua coy, salah dikit auto geplak.
Senggol bacok istilahnya.
"Vira nya gak ada disini, memang dia gak kasih kabar ke kamu?"
Alvin menggeleng, "Alvin kerja, bun. Gak sempat lihat ponsel."
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomansaMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
