#54

63.2K 4.9K 579
                                        

Haiii.

Jam dua pagi ni, otak aku emang lancar kalau tengah malam. Masih ada yang melek?

Vote comment jangan malas tolong, aku tunggu ya.

Happy reading.
_______________________

Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Gue baru aja landing di Jakarta 20 menit yang lalu, sekitar 1 jam 30 menit lagi gue sama yang lain bakal lanjut ke singapore. Bisa di bilang gue transit.

Gue berjalan di samping Alvin yang lagi ngedorong trolley berisikan 1 koper. Sedangkan Mama, Papa dan yang lain ada di belakang.

"Aduh capek, pegel." Ujar gue, padahal gue sama sekali ga bawa barang yang berat.

Alvin menoleh, "kok capek?"

"Ga tau Mas. Capek aja bawaannya." Masih dengan kaki yang mengikuti langkah Alvin, gue langsung berhenti seketika.

"Ayo jalan lagi, sampai AW aja. Mau makan, kan?"

Gue menggeleng, satu ide muncul. Gue melangkah ke depan trolley, mendudukkan pantat gue di situ.

"Dorong, Mas." Umumnya anak kecil yang suka duduk di trolley, berhubung badan gue itu imut jadi ga salahkan?

"Turun, turun. Kaya anak kecil."

Gue menggeleng, "terakhir kali aku di dorong gini tu waktu masih kecil, Mas. Pas udah gede malu dong minta sama Ayah atau Abang. Jadi sama Mas aja, cepet udah nyaman ini."

Alvin memutar matanya, melanjutkan langkahnya lagi.

"Engga berat Mas?"

"Biasa aja." Jawab Alvin santai, bahkan dari cara dia ngedorong trolley pun kaya ga ada beban.

Gue mengalihkan pandangan kesamping, dimana Mama dan Papa udah berjalan beriringan disamping. Dengan gerakan cepat gue langsung meloncat dan berdiri tegap.

"Eh, aduh!" Gue refleks meringis saat ujung trolley menabrak kaki gue.

"Ngapain sih? Duduk aja udah tadi katanya capek." Tawar Alvin. Gue cuma menyengir.

Ga enak dong gue nyantai di depan mertua.

Ga etis banget keliatannya.

"Udah ga capek kok." Bohong, faktanya kaki gue masih pegel.

Gue berjalan kesamping Mama, "mau Vira bantu bawa barangnya, Ma?"

"Ga usah, kamu mending duduk aja tuh di trolley. Capek kan?"

"Ga papa, Ma. Udah engga kok."

"Mama bisa bawa sendiri kok. Ga berat ini isinya juga dikit. Tuh, kamu disitu aja."

"Serius, Ma?" Tanya gue lagi, Mama mengangguk.

Langsung aja gue duduk lagi di trolley. Alvin yang melihat itu sedikit mengembangkan senyumnya.

"Duh, lucu banget mantu Mama."

"Kaya hulk gitu di bilang lucu." Celetuk Alvin. Gue langsung natap dia.

"Engga dih, aku imut lucu gini Mas bilang kaya hulk. Ga waras emang." Protes gue.

"Emang kamu merasa lucu?"

"Jelas."

Alvin mengangguk, "berarti cuma perasaan kamu aja. Aslinya kan engga."

Pengen ngomong kasar, tapi ada mertua.

"Gue lucu gini kok di bilang kaya hulk. Kalau kaya hulk ga mungkin banyak yang suka. Ga waras emang laki gue. Dapat istri cantik dan baik hati serta imut menggemaskan itu bersyukur kek." Gumam gue pelan.

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang