Hi!
Gimana kabarnya di awal desember? Masih okay okay aja kan? Harus dong, ntar lagi kita libur skskks.
Semangat ujiannya. Di paling bawah ada foto buat nyegerin mata, ngoghey.
Vote comment jangan malas, aku cuma minta itu dari kalian jadi boleh kan?
Happy reading, peeps!
________________________
Nyatanya, empat hari di Singapore cuma omong kosong belaka. Gue baru balik ke Indonesia saat menginjak tepat tujuh hari. Sedangkan yang lain udah pulang sejak hari ketiga.
Jelas itu bukan permintaan gue, itu semua permintaan Alvin yang akhir-akhir ini sedikit tidak waras.
Flashback on.
Gue dan Alvin baru aja sampai di changi airport. Sedari tadi wajah Alvin terus murung, sama sekali gak menunjukkan senyumannya. Gue dibuat heran, otak gue terus memutar.
"Mas kenapa sih?" Tanya gue, di jawab dengan kerucutan bibir dari Alvin.
Tangan gue membekap mulut sendiri, menahan tawa saat melihat Alvin yang lagi bertingkah dalam mode manja. Gue mendekat kearah dia, mengelus lengannya dan mati-matian menahan tawa gue.
Humor gue sereceh itu.
"Kenapa sih?" Terhitung sudah banyak kali gue mengucapkan ini, dan sekarang gue tanya lagi.
Alvin melihat kearah gue, "aku ga mau pulang." Jawabnya, kembali gue di buat heran dengan tingkah Alvin.
"Kan 4 hari aja, Mas."
"Kan bisa di cancle pesawatnya, biar aja."
Sabar, Ra, sabar.
"Pak dosen gimana sih. Professional dong, Mas harus ngajar." Ujar gue memberi pengertian. Karena sebetulnya gue juga udah pengen balik ke Indonesia.
Alvin kembali menggeleng, "semua mahasiswa selalu Mas kasih file tugas, mau Mas pergi sejauh apapun tapi Mas ga akan pernah mau mereka bahagia tanpa tugas dari Mas."
Kali ini gue melotot. Cepat-cepat gue mengambil ponsel gue dan segera membuka e-mail.
Gue menatap tajam ke Alvin, gue juga di kasih tugas. Gimana caranya gue bikin kalau gini.
"Aku lagi sama, Mas. Free dong tugasnya, masa dikasih juga."
"Kan kamu mahasiswa, sama kayak yang lain. Mas gak akan anggap kamu istri kalau seputar dunia kampus." Jawab Alvin santai, gue semakin dibuat kesal.
"Tapi aku lagi nemanin Mas sekarang bukan sebagai mahasiswa. Gimana aku bikinnya? Laptop aku aja di rumah. Sedangkan setiap tugas yang Mas kasih dalam batas waktu 2×24 jam, malam ini berarti udah harus selesai." Oceh gue panjang lebar.
Alvin menggaruk tengkuknya, "gimana pun caranya yang penting kamu kerjain. Ga ada bantahan."
"Ya udah cepet ayo balik ke Indonesia, biar aku bisa langsung bikin."
Alvin menggeleng, "Singapore." Ujarnya lirih.
"Mas itu maunya apasih? Ayo cepat bilang, Mas udah kayak orang ga waras tau ga. Aneh banget."
"Pokonya Mas ga mau pulang, cancel aja. Kita pulang pas udah satu minggu."
"Beli tiket juga pakai duit, Mas."
"Mas ga akan jadi miskin kalau cuman ngeikhlasin duit buat beli tiket yang harganya juga biasa aja." Jawab Alvin, mulut gue terbuka sedikit. Definisi orang yang sultan sih gini.
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD LECTURER (REVISI)
RomanceMendapati dirinya akan di jodohkan, Vira merasa konyol saat Handi-sang Ayah-tak sedikitpun mengizinkan dirinya untuk mengeluarkan sebuah argumen penolakan. Sial yang didapatnya saat mengetahui bahwa Alvin-salah satu dosen muda di kampusnya merupaka...
