#30

72.9K 5.3K 932
                                        

Hai, maaf buat kalian yang nunggu ya.

Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat kalian, CL udah tembus 300k dan 15k Vote. Mungkin gak seberapa tapi bagi aku ini udah lebih dari yang aku bayangin.

Maaf juga masih sangat berantakan kata-katanya, pokonya makasih sama kalian yang setia.

Selamat membaca❤️

________________

"Pak Alvin minta kelas nya diganti sama hari lain, kalian boleh diskusi mau hari apa biar nanti gue yang bilangin" ujar gue, tampak mereka terlihat berdecak.

"Yaelah mending gitu gue balik ke kosan"

Beberapa orang mulai bubar, meninggalkan kelas dan memilih pulang ke rumah. Berbeda dengan gue, gue terduduk di kursi. Memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong.

Kali ini gue gak nangis, cuma menyadari ke goblokan aja.

"Heh, kaga pulang lo?" tanya Nisa, Zara yang duduk di samping gue pun menoleh.

"Ini mau" jawab Zara.

"Bukan lo, pd banget"

Gue tak menghiraukan, masih menatap kosong kedepan dengan sesekali memejamkan mata.

Zara dan Nisa saling pandang, "Ra, are you okay?"

"Gue gak papa" bohong gue.

"Tatapan lo kosong, Ra. Mata lo juga kelihatan sehabis nangis"

IYA EMANG GUE SEMALEMAN NANGIS.

Gue terkekeh sebentar, "Pasti sekarang gue kayak manusia gak punya tujuan hidup ya?"

"Ngomong lo ngadi-ngadi, kenapa sih?"

"Nikah muda itu ga enak ya,"

"Lo ada masalah? Jangan di pendam, apa gunanya kita kalau lagi keadaan kayak gini"

"Nanti, sekarang gue belum bisa cerita" jawab gue, gue mengambil tisu dari tas dan menutup wajah gue dengan tisu tersebut.

Zara dan Nisa terlihat gusar, "lo nangis? Suami lo kenapa?" tanya mereka bergantian, gue menggeleng.

"Gak, udah ayok keluar tinggal kita doang disini" ujar gue mengelak, gue mengambil tote bag gue dan berjalan keluar.

"Ra, gue bawanya motor. Lo pulang gimana?" tanya Nisa.

"Santai aja, lo sama Zara aja. Gue gampang bisa gojek"

"Serius nih?"

"Iyaa, udah gih sana gue mau ke toilet dulu" gue berjalan ke arah toilet selepas kedua sahabat gue meninggalkan area parkiran kampus.

Gue mengaca, melihat diri gue dengan tatapan menyipit.

"Buluk banget gue, pantes di abaikan" gumam gue sendiri, gue mengambil air dari keran dan membasuh muka gue agar lebih segar.

Setelah dari kamar mandi, gue berjalan keluar kampus. Sebentar lagi itu jadwalnya makan siang, artinya para dosen akan istirahat sejenak.

Niatnya sih mau pulang, tapi hp gue pakai segala lowbat. Sialnya gue gak bawa powerbank.

MATI LAGI NI HP, TERUS INI GUE PULANGNYA GIMANA ANJIR.

ANGKOT KAGA ADA.

NUNGGU ALVIN? NTAR LAGI KAN JAM MAKAN SIANG.

Gue melihat ke jam tangan gue, kurang lebih satu jam lagi itu waktu makan siang. Dengan berat hati gue menunggu disini. Untung adem kaga panas.

Udah hampir satu jam gue nge gabut, dari tadi kerjaan gue duduk terus ke kantin jajan tapi sampai sekarang gue belum melihat batang hidung Alvin padahal mobilnya masih ada.

COLD LECTURER (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang