Hari pertama masuk semester ganjil kelas akhir. Cowok berhoodie hitam dengan tudung yang menutup kepalanya itu masuk ke dalam kelas. Bukan Lembayung namanya kalau kehadirannya tidak menimbulkan perhatian murid-murid SMA Pelita.
Cowok dengan pemilik nama lengkap Lembayung Alvito itu melangkahkan kakinya menuju papan informasi. Dimana semua orang sedang berkumpul di sana. Kehadiran Lembayung membuat mereka yang berada di sekitaran sana langsung menyingkirkan diri memberi jalan.
Matanya langsung bergerak kesana kemari mencari keberadaan namanya. Hingga Lembayung menemukan namanya berada di urutan kesekian kelas XII IPS 2. Kabar baiknya ketiga temannya juga berada dalam kelas yang sama, tapi melihat salah satu nama di paling bawah membuatnya menghela nafas, pandangannya mengarah ke urutan paling atas hatinya sedikit menghangat.
Biarlah ada si gadis yang tak ia harapkan asal di sana juga ada sang pujaan hati. Lembayung berbalik hingga menabrak perempuan yang juga berjalan, cewek itu hampir saja jatuh kalau saja Lembayung tidak menahan pinggangnya.
"Ada yang sakit?" tanya Lembayung khawatir.
Cewek itu mendongak, menjauhkan diri dari cowok tersebut. Jingga—dapat merasakan jantungnya berdebar kencang, bukan karena ia jatuh cinta melainkan karena rasa keterkejutannya karena hampir saja jatuh.
"Nggak apa-apa. Maaf gue nggak liat-liat tadi," ucap Jingga tulus.
"Iya nggak apa-apa. Btw lo udah tau tempat kelas?"
"Ini mau lihat."
"Lo di IPS 2," balas Lembayung.
Melihat raut Jingga yang terlihat bingung membuat Lembayung jadi menyesali sesuatu. Ia terlalu cepat respon, jangan sampai Jingga merasa risih karena ini.
"Maaf, tadi gue nggak sengaja liat nama lo di urutan atas," jelas Lembayung berusaha tak terlihat salah tingkah tapi tetap saja itu membuat Jingga semakin keheranan.
"Iya nggak apa-apa, gue yang harusnya berterima kasih karena udah dikasih tau sama lo."
"Sama-sama." Lembayung menggaruk tengkuknya.
"Kita sekelas? Kalau begitu kita jalan bareng aja." ajakan Jingga langsung diangguki Lembayung.
Kedua manusia berbeda jenis kelamin itu berjalan meninggalkan papan informasi. Mencari keberadaan kelas XII IPS 2 yang letaknya berada di lantai tiga.
Masuk kelas Lembayung menemukan keberadaan Miko dan Candra duduk di posisi paling belakang.
"Sini Yu, lo duduknya bareng Saga di depan kami." Miko—sahabatnya menunjuk bangku di depan mereka.
Lembayung langsung melempar tasnya menimbulkan suara keras. Yang mengejutkan lagi adalah Jingga duduk tepat di bangku depannya, sebuah kabar menggembirakan.
"Selamat pagi everybody!!" seru cewek bersuara cempreng yang sangat mereka kenali.
Jingga langsung tersenyum kesenangan. Berdadah membuat Senja berlari, bukannya duduk di dekat cewek itu malah duduk di samping Lembayung.
"Yeaay satu bangku sama Mas crush," pekiknya kesenangan.
"Pindah sana, ini tempatnya kakak lo." Lembayung menunjuk
KAMU SEDANG MEMBACA
LEMBAYUNG (End)
Novela JuvenilKepergianmu banyak mengajarkan hal baru bagiku, cara menghargai, dan betapa berharganya kamu dalam hidupku. Note: siapkan tissue, mojok, dan siap-siap baper!
