Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

30. Pesan Bintang

9.8K 908 345
                                        

Kini Lembayung telah duduk di dekat Bintang.


"Mama mau ngomong apa?" tanya Lembayung.

Bintang memasang wajah seriusnya, membuat Lembayung semakin penasaran.

"Kamu tau kan selama ini Mama nggak pernah mau ikut campur soal urusan percintaan kamu, karena Mama yakin kalau kamu bisa ngatasin semuanya sendiri, tapi Mama salah dan sekarang Mama rasa harus ikut andil kali ini," ucap Bintang.

"Maksud Mama?" Lembayung memperbaiki posisi duduknya.

"Mama nggak suka liat sikap kamu ke Senja."

Lembayung menghela nafas.

"Selama ini Mama diam liat sikap kamu ke dia karena Mama rasa suatu saat kamu akan sadar kalau apa yang kamu lakukan itu salah, tapi semakin ke sini Mama liat kamu makin semena-mena sama dia. Kamu udah besar, Bayung. harusnya tau mana yang baik dan mana yang buruk." Bintang menatap anak lelakinya itu.

"Lembayung memperlakukan dia kayak gitu, karena dianya juga ngeyelan, Ma. Susah ngomong baik-baik sama dia," sergah Lembayung.

"Apapun itu alasannya, memperlakukan wanita dengan kasar itu nggak bener. Kamu nggak suka sama Senja, itu bukan alasan kamu untuk memperlakukan dia dengan kasar. Mama ngomong kayak gini sebagai sesama perempuan. Perempuan itu hatinya sensitive, nggak bisa dikasarin. Kalau kamu kesel sama cewek, jangan dibentak atau dimarahi lebih baik diemin, ikutin apa maunya dia, atau ngomong secara baik-baik. Dia ngeyelan sama kamu itu karena dia nyari perhatian kamu, dia maunya dimengerti."

"Tapi Lembayung juga maunya dingertiin, Ma kalau Bayung nggak suka cewek menye-menye kayak dia," ucap Lembayung kesal.

"Kan bisa ngomong secara baik-baik. Intinya Mama gak mau liat kamu kasarin Senja lagi apalagi sampai buat dia nangis dan sakit hati. Kamu nggak lupa kan kalau dia punya penyakit? Dia udah cukup menderita sama penyakitnya, jangan buat dia makin menderita sama sikap kamu ke dia," ucap Bintang.

Lembayung berdecak, nggak Jingga, nggak Bintang semuanya nyuruh dia jaga sikap sama Senja.

"Siapa tau karena kamu yang jaga sikap sama dia, nanti kamu bisa jatuh cinta sama dia."

"Ma, Lembayung udah ada." Lembayung mendelik.

"Siapa? Oh, atau jangan-jangan kamu suka sama Senja lagi? Tapi kamu malu ngungkapin, iya?" pekik Bintang.

"Ma!" peringat Lembayung.

"Serius kamu suka sama Senja?" tanya Bintang lagi.

Lembayung menggeleng.

"Cieee malu-malu kucing."

"Ma, Lembayung itu sukanya sama... "

"Senja," jawab Bintang sambil berjalan meninggalkan Lembayung.

Lembayung berdecak, ingin sekali ia berteriak pada Bintang dan mengatakan kalau gadis yang ia suka adalah Jingga bukan Senja. Tapi, mengingat janjinya pada Jingga, cowok itu langsung mengurungkan niatnya.

Baiklah, sepertinya ia harus kembali memulai drama menjaga sikap pada Senja. Mulai esok.

🌸🌸🌸

"Aaaaaaaaaaaa gue seneng banget, Ga. Terus setelah gue ngambek gitu, kan gue fikir Bayung bakalan cuek kayak biasa dan ternyata Lembayung ngejar gue!!" pekik Senja.

"Dan lebih sweetnya lagi Bayung ngasih pinjam gue hoodienya, terus sebelum gue masuk mobil Lembayung ngacak rambut gue," seru Senja.

Senyuman dari bibir gadis itu tak luntur sama sekali, sedari tadi ia terus memamerkan senyuman manisnya seraya bercerita dengan semangat pada Jingga.

LEMBAYUNG (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang