Setelah melakukan aktifitas paginya dengan perasaan penuh gembira kini seorang Angel menempati kursinya dengan tenang. Keadaan sekolah belum cukup ramai karena memang masih pagi-pagi sekali.
Dikelas Angel pun siswa yang datang masih bisa dihitung jari termasuk dirinya juga.
Meminun susu coklat yang telah diberikan penggemarnya rencananya setelah susu coklatnya habis dia akan melanjutkan kembali tidurnya.
Pandangan Angel seketika tertuju kepintu saat seorang lelaki yang ia kenal melangkah kearahnya.
"Ini coklatnya Angel." Doyo menyodorkan kotak coklat yang sama yang setiap hari ia berikan ke Angel.
Angel menerimanya saja lalu tersenyum."Tumben ngasihnya lambat." ucap Angel ramah.
"Tadi jalanannya macet jadi aku kesekolahnya juga lambat." Doyo menatap Angel dengan gugup.
Angel be-oh riyah mendengar Doyo, kembali menatap lelaki dihadapannya wajahnya tertuju pada seragam Doyo. "Baju lo kenapa kok kotor gitu? " tanya Angel dengan dahi mengkerut.
"Ohh... I.. Inii tadi aku jatuh depan gerbang," jawab Doyo gagap.
"Tapi lo nggak papa kan?" Angel memastikan keadaan temannya satu ini baik-baik saja.
"Enggak papa kok Angel, bajunya saja yang kotor. Yaudah aku kekelas dulu ya. Coklatnya jangan lupa dimakan." Doyo pun berlalu setelah berperang melawan rasa gugupnya berhadapan dengan Angel.
Sementara Angel menatap Doyo dengan heran, seperti ada yang aneh pada lelaki itu tapi entah apa. Entahlah mungkin dirinya saja yang terlalu peka, batin Angel.
***
Jam pelajaran pertama telah selesai dan sekarang adalah jam istirahat pertama, dan jam yang selalu membuat orang disamping Angel sangat bersemangat, siapa lagi kalau bukan teman sebangkunya Nadia.
"Akhirnya hamba terbebaskan dari pelajaran yang menyiksa hamba yaAllah." Nadia medengadahkan kedua telapak tangan berdoa.
"Berisik banget sih," ketus Angel.
"Kekantin yuk! " ajak Nadia.
"Enggak, lo diluan aja." tolak Angel lalu mengambil posisi nyamannya, posisi tidur.
"Karena hari ini gue malas memaksa yaudah gue diluan ya. Lo mau pesan apa?"
Angel hanya membalas dengan melambai-lambaikan tangannya pertanda tidak ada lagi yang ia butuhkan selain Nadia harus meninggalkannya dengan segera.
"Yaudah bye Tuti." Nadia pun berlalu dengan perasaan yang sangat ceria padahal saat pelajaran dirinyalah yang paling mengantuk dibanding Angel.
Beberapa menit telah berlalu Angel terlelap cukup lama, padahal biasanya dia hanya akan tidur sepuluh menit lalu terbangun kembali.
Toktoktok.
Seseorang mengetuk meja Angel beberapa kali beharap mungkin hal itu dapat membangunkan putri tidur yang tengah terlelap dengan cantiknya. Tak ada pergerakan dari Angel, orang itu kembali mengetuk meja Angel tiga kali.
Setelah ketukan ketiga Angel menggerakkan kepalanya dan tak menunggu lama Angel mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang telah menimbulkan suara yang telah membangunkan tidurnya.
Kesadarannya belum sepenuhnya kembali, Angel mengerutkan dahi setelah melihat jelas sosok dihadapannya. Seorang pria tinggi berkulit putih dan yah sudah pasti tampan tengah menatap dirinya.
"Boleh duduk nggak?" tanya pria itu.
Angel mengangguk saja, dirinya masih heran mengapa kelas duabelas masuk kekelasnya. Ada urusan apa dia kesini? Batin Angel masih bertanya-tanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Guardian and Angel (story love school)
Fiksi Remaja-FOLLOW SEBELUM BACA 💙- GUARDIAN dan ANGEL adalah dua orang yang telah menjalin persahabatan dari kecil umur yang hanya selisi satu tahun membuad Guardian merasa harus menjaga Angel karena tanggung jawabnya. Menganggap Angel sebagai adik sudah lebi...