Chapter 25

286 38 5
                                    

Haii semuanyaa.. Akhirnya GAA udah sampe Chapter 25 juga.

Makasih buat kalian yang sudah menyempatkan waktu membaca cerita ini. Enjoy.....
__________________________________

Nadia mengambil beberapa buku bergambar dari tasnya, setelahnya dia berdiri dan meninggalkan bangkunya. Baru satu langkah melangkah dia mendadak terhenti karena suara Angel.

"Mau kemana lo?" tanya Angel.

Nadia menoleh dan menyengir. "Mau ke kelas Bagas balikin komik dia."

"Ck. Bisa juga lo kasih di rumah." decak Angel.

"Yah lo nggak ngerti, gue kan mau pergi modusin kak Dhika." jujur Nadia tak malu.

Angel hanya bisa pasrah mendengar sebangkunya itu, sebangkunya yang sudah putus urat malunya.

"Lo mau ikut nggak?" tanya Nadia memastikan.

Angel berdecak malas namun tetap berdiri dari kursinya lalu mengambil beberapa coklat di kolom mejanya dan berjalan ke arah Nadia.

Angel dan Nadia memasuki kelas Bagas, kelasnya cukup sepi hanya ada beberapa siswa yang sibuk dengan urusan masing-masing. Nadia yang melihat Dhika dan Bagas langsung berjalan kearah keduanya, meninggalkan Angel yang ikut berjalan kearah yang sama.

Angel melihat Ardian sedang fokus dengan bukunya, sampai akhirnya Ardian melihat Angel kemudian tersenyum melihat gadis itu, Angel pun membalas senyuman itu. Angel melangkah kearah bangku Ardian, namun gadis itu melewati bangku Ardian dan berhenti tepat di hadapan Chaka.

"Nihh." Angel meletakkan beberapa coklat dihadapan Chaka.

Chaka menatap Angel bingung. "Lo suka sama gue Angel?"

"GR banget sih lo. Ini gue kasih doang." sewot Angel.

"Dalam rangka?" Chaka masih tak mengerti mengapa Angel tiba-tiba memberinya coklat.

"Kalo lo mau coklat minta aja sama gue, nggak usah nyuri coklat gue." ucap Angel menyindir.

Chaka hanya cengingiran menatap Angel. "Coklat lo kebanyakan Angel, takut lo mubassir doang."

Angel mengabaikan Chaka dan memilih duduk di samping Ardian, pria itu tersenyum melihat Angel.

"Udah makan?" tanya Angel.

"Udah."

Angel mengangguk singkat. "Nanti sore masih ada kelas tambahan ya?" tanya Angel.

Akhir-akhir ini seluruh kelas dua belas memang memiliki jam tambahan sampai sore hari. Maklum saja sebentar lagi akan ujian nasional, mereka semua harus butuh persiapan dan bekal yang cukup.

"Iya masih, kenapa?"

"Angel pulangnya sama Sesil ya."

Ardian menatap sekilas Angel. "Mau main kemana?"

"Nggak ada, cuma ngantar pulang doang."

"Oh yaudah, hati-hati nanti." ucap Ardian memberi pesan dan di angguki Angel.

Angel menatap sekeliling kelas Ardian, dan pandangannya tertuju pada Putri yang sedang fokus dengan ponselnya namun sesekali melirik Ardian. Angel menatap Putri tak suka, dasar gadis genit satu ini.

Angel mengingat kembali saat dirinya tak sengaja mendengar perdebatan Putri dan Mario. Mengingat perkataan Putri yang ternyata sangat menyukai Ardian membuat kepalanya mendadak mendidih. Angel melihat bangku Putri yang ternyata selurus dengan bangku Ardian.

Menghela nafas berusaha menenangkan diri, Angel menoleh menatap Ardian.

"Ardian." panggil Angel pelan.

Guardian and Angel (story love school)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang