Chapter 20

335 42 10
                                    


Haii semuanyaa.. Akhirnya GAA udah sampai Chapter 20 juga.

Gimana nihh, nggak bosan kan sama ceritanya. Semoga suka terus yahh..

Yukyukk tinggalin jejak sebelum membaca. Itu bener-bener penyemangat buat nulis.

Makasih buat kalian yang sudah menyempatkan waktu membaca cerita ini. Enjoy.....

_________________________________

Angel turun dari motor Ardian saat tiba diparkiran sekolah. Ardian pagi-pagi tadi menjemput Angel karena perintah mamanya. Mama Ardian ingin menemui mama Angel pagi-pagi dan diantar oleh Ardian ke rumah Angel, jadi sekalian pria itu berangkat kesekolah bersama Angel.

Angel memberikan helmnya ke Ardian.
" Ardian!" panggil Angel.

"Apa?" balas Ardian yang masih fokus merapikan pengait helm.

"Jam istirahat nanti mau ngapain? "

Ardian berfikir sejenak mengingat ingat. "Kekantin makan."

"Itu aja?" Ardian menoleh melihat Angel.

"Kenapa, tumben nanya?" Ardian sedikit paham jika pertanyaan Angel pasti ada maksudnya.

"Angel ada tugas matematika, Ardian tau sendirikan kalau pelajaran matematika Angel harus minum panadol 3 butir." jelas Angel. "Pintar nggak, mabok iya." lanjutnya.

"Terus, hubungannya sama aku?"

"Ajarin Angel nanti di perpus kalo Ardian mau."

"Oke." Ardian mengangguk mengiyakan.

Angel tersenyum bahagia, kebersamaannya bersama Ardian di sekolah sangatlah langkah. Pasti Angel akan sangat memanfaatkan waktunya nanti. Meski sebenarnya Ardian sama sekali tidak keberatan jika Angel menempel padanya namun, itu semua sudah keputusan Angel.

Dia tidak mau mengganggu Ardian cukup di rumah saja. Angel adalah most wanted sekolah jadi dia tidak ingin terlihat mengejar pria, iya Angel harus jaga image dong, meski sebenarnya dia juga sering berlaku seenaknya.

"Jam istirahat aku tunggu di perpus yah." Angel memandang Ardian menunggu jawaban.

"Iya, tapi habis dari kantin. Oke."

"Oke bos." Angel hormat layaknya seorang tentara dihadapan Ardian.

"Udah sana masuk!" suruh Ardian.

"Angel di usir." Angel mulai cemberut.
"Bukan Angel, bentar lagi bel."

"Ardian nggak mau antar kekelas Angel?"

Ardian mengernyit, tumben Angel meminta ingin di antar sampai kelas. Ada apa lagi ini? "Emeng mau aku antar sampai kelas?" Ardian mulai menggoda Angel

"Enggak deh," tolak Angel cepat.

"Kenapa?" goda Ardian kembali.

"Nggak usah, Angel jalan sendiri aja."

Angel berlari kecil meninggalkan Ardian. Sampai beberapa langkah dari Ardian, Angel berbalik dan berteriak.

Guardian and Angel (story love school)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang