Makasih buat kalian yang sudah menyempatkan waktu membaca cerita ini. Enjoy.....__________________________________
Setelah bujukan dari ketiga sahabatnya untuk tidak pergi, disinilah Angel berada. Duduk di kantin dengan perasaan yang campur aduk. Teman-temannya sudah memilih tempat yang cukup jauh dari tempat Ardian dan juga teman-temannya, namun tetap saja pandangan itu masih bisa terlihat.
Angel yang sulit mengendalikan pandangannya terus saja melihat kedekatan dua orang yang membuat emosinya terpancing. Sangat jelas di pandangan Angel bagaimana Putri selalu tersenyum berbicara dengan Ardian meski Ardian tetap berwajah datar namun kedekatan keduanya tidak bisa dipungkiri. Mereka duduk sangat dekat.
"Angel udah dong jangan liat kesitu mulu, tuh bakso lo udah dingin." Sesil yang melihat Angel terus saja memandang tajam kemeja Ardian, sampai-sampai Angel tak menyentuh bakso favoritenya.
"Nggak nafsu." datar Angel, pandangannya hanya pada satu titik.
"Kok tu cewek duduknya gitu banget ya. Orang pacaran aja duduk gak sedekat itu. Gatel banget deh." cacian Nadia melihat Putri yang duduk sangat dekat dengan Ardian.
Angel meremas garpu di tangannya. Cukup, amarahnya sudah ingin meledak. Angel tidak bisa berlama-lama disini.
*****
Sementara di meja lain, tepatnya di meja sudut yang menjadi pandangan tajam Angel. Meja yang penuh dengan keributan perebutan bakso yang tiada hentinya. Chaka mencaci maki Dhika yang memberikan baksonya kepada Bagas daripada dirinya sendiri sepupunya.
"Ohh, sekarang lo lebih memilih calon ipar yang belum pasti ini hahh?" tuding Chaka pada Dhika.
Dhika diam tak menjawab perkataan Chaka membuat Bagas dan Elang menertawakan Chaka.
"Apa lo bedua ketawa." sinis Chaka. "Sini balikin bakso Dhika, itu buat gue." Chaka ingin mengambil bakso di piring Bagas dengan sendok namun segera di tepis.
"Enak aja lo, ini udah jadi milik gue. Lo makan punya lo aja dasar toge rakus." kata Bagas mengamankan mangkoknya.
"Gak, ini gak cukup. Gue mau itu juga." tunjuk Chaka pada bakso besar di mangkok Bagas.
"Lo ambil punya gue nih tapi lo yang bayar, ok." Elang ingin memberikan punyanya.
"Apaan, ogah bayar punya lo. Gembel lo gak bisa bayar bakso." ejek Chaka yang membuat gelak tawa kembali di meja itu.
"Chaka ambil punya gue nih, ini kebanyakan buat gue." tawar Putri dengan suara lembutnya.
Chaka menggeleng menolak. "Gak perlu Put."
Putri kembali menoleh kesamping melihat orang yang terus saja di ajaknya bicara sedari tadi namun tak mendapat tanggapan sesuai yang di inginkan. Maklumi saja, dia sedang berbicara dengan seorang Ardian.
"Ardian lo mau nggak bakso gue, ini kebanyakan buat gue." katanya lagi.
"Nggak." balas Ardian lalu memakan baksonya kembali.
Putri hanya tersenyum masam mendengar jawaban singkat Ardian.
"Angel natap kesini yah, tatapannya kok gitu." Bagas yang tak sengaja melihat Angel menatap ke arah meja mereka dengan tatapan yang sulit di Artikan.
Semua pandangan di meja itu pun mengarah ke sosok yang di maksud Bagas, dan benar saja Angel menatap kearah mereka namun gadis itu dengan cepat menatap kearah lain dengan tatapan yang sama.
Hal itu mungkin di lakukan Angel agar disangkanya dia hanya tak sengaja menatap kearah sana dan kebetulan Bagas mendapati tatapan itu.
"Dia natap gue lah. Calon pacarnya yang ganteng." ucap Elang percaya diri.

KAMU SEDANG MEMBACA
Guardian and Angel (story love school)
Teen Fiction-FOLLOW SEBELUM BACA 💙- GUARDIAN dan ANGEL adalah dua orang yang telah menjalin persahabatan dari kecil umur yang hanya selisi satu tahun membuad Guardian merasa harus menjaga Angel karena tanggung jawabnya. Menganggap Angel sebagai adik sudah lebi...