Udah Chapter 49 dong.
Happy reading.
Enjoy....
_______________________________
Seharusnya saat ini seluruh siswa masuk belajar dikelas masing-masing. Tapi karena kesibukan persiapan festival semua siswa dibuat besyukur karena tidak perlu lagi masuk belajar. Beberapa sedang sibuk mempersiapkan stan kelas dan beberapa masih berada dikantin sekedar istirahat atau gantian tugas dengan temannya. Meski ada beberapa yang menghindari tugas dan kantin adalah tempat persembunyian.
Angel membeli minuman setelah dari tadi membantu temannya di kelas membuat beberapa hiasan untuk dekor di stan kelasnya nanti.
"Mbak Suti air mineral dinginnya satu ya," Angel menunggu saat mbak Suti mengambilkannya minuman.
"Dua ya mbak, tapi minuman rasa mangga satu." Tiba-tiba saja Putri berdiri disamping Angel ikut membeli minuman juga.
Putri melihat Angel lalu tersenyum ceria. Angel tak membalas melainkan menatap datar lalu melihat mbak Suti yang menghampirinya.
"Ini neng, dan ini minuman rasa mangganya." Mbak Suti memberi minuman rasa mangga ke Putri setelah memberi air mineral ke Angel.
"Semuanya berapa mbak?" tanya Angel.
"Biar gue yang bayar semuanya Angel." Tangan Putri mendahului Angel saat akan membayar. Mbak Suti pun menerima uang yang disodorkan Putri dan pergi mengambilkan kembalian karena uang Putri lima puluh ribu.
"Nih, makasih tapi gue masih bisa bayar," tangan Angel menyodorkan uang dua puluh ribu ke Putri.
"Nggak perlu gue cuma mau teraktir lo doang," Putri menolak dengan lembut.
"Gue nggak minta. Nih ambil uang lo," Angel ngotot menyodorkan uangnya.
"Niat baik nggak boleh ditolak, pamali kalo kata orang tua."
Angel dibuat terkekeh dengan ucapan Putri. "Nggak usah sok bijak. Gue nggak perlu niat baik dari lo. Simpen aja buat orang lain jangan gue."
"Kok lo ngomong gitu, niat gue baik lho. Angel lo nggak suka sama gue ya?" tanya Putri serius menatap Angel.
"Buat apa gue suka sama lo, gue masih normal kali," sarkas Angel.
"Maksud gue lo benci sama gue? Emeng lo punya masalah apa sama gue, ucapan lo tadi buat gue tersinggung."
"Apaan sih baperan banget." Angel tersenyum jenaka saat wajah Putri menatapnya tak santai. "Nih ambil duit lo."
Uang yang diacungkan Angel dihadapan wajah Putri tiba-tiba di rebut oleh seseorang yang baru berdiri didekat mereka. Angel menatap tak suka sementara Putri menatap terkejut.
"Biar gue yang ambil kalo nggak ada yang mau, lumayan buat ngisep." Mario sang pelaku tampak senang saat uang itu langsung dimasukkan ke saku celananya.
"Gini nih kalau orang bego nggak mau belajar. Makin sinting isi kepalanya," sarkas Angel kasar pada Mario.
"Makasih sayang," bukannya tersinggung Mario justru tersenyum kearah Angel.
Sementara Putri menatap Mario dalam dan cukup tajam. Mario menoleh ke Putri lalu tersenyum tipis. Merasa lucu saat melihat perubahan wajah Putri yang begitu menggelitik perutnya.
"Bukannya lo nggak suka mangga?" heran Mario melihat minuman ditangan Putri.
"Buat Ardian."
Mario mengangguk saja lalu melihat Angel kembali, ingin tahu reaksi Angel. Tapi sepertinya Angel tidak terlalu tertarik. Dia justru sudah meminum air mineralnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guardian and Angel (story love school)
Novela Juvenil-FOLLOW SEBELUM BACA 💙- GUARDIAN dan ANGEL adalah dua orang yang telah menjalin persahabatan dari kecil umur yang hanya selisi satu tahun membuad Guardian merasa harus menjaga Angel karena tanggung jawabnya. Menganggap Angel sebagai adik sudah lebi...
