Chapter 40

230 27 7
                                    


Senangnya pembaca udah mulai antusias sama cerita GAA. 😢
Makasih ya guys. Apapun itu semoga kalian tetep suka sama cerita ini. Dan aku usahain selalu up cepat.

Maaf banget kalau ada typo, mohon dimaklumi dan dimengerti ya.

Enjoy.....
_____________________________

"Hehh mau kemana lo," teriak Nadia saat melihat seorang pria berjalan kearah pintu. Nadia dengan cepat menghalangi langkah pria itu untuk masuk kerumah.

Ardian mengernyit heran melihat Nadia pagi-pagi sudah ada di sini, dirumah Angel.

"Mau masuk," jawabnya datar.

"Enak ya, udah buat orang nunggu semaleman, nangis semaleman gampang banget lo bilang masuk. Mau apa lo kesini, mau minta maaf? cihhh. " Nadia menatap sinis pria di depannya.

"Gak ada urusannya sama lo," tukas Ardian.

"Jelas ada lah," Nadia membalas sewot

"Emeng lo siapa?"

"Gue Nadia sahabat forever Angel," ucapnya bangga.

"Gue Ardian kakak Angel, gue berhak masuk kerumah ini."

"Cihh kakak kakak endas mu. Angel nggak pingin tuh jadi adek lo."

"Dia mau."

"Angel tuh maunya lo jadi pacarnya,"

Sebelah alis Ardian terangkat mendengar Nadia mengatakan itu.

"Gak usah pura-pura bego ya. Mending sekarang lo pulang aja, hari ini Angel nggak boleh di ganggu sama spesies macem lo, ngegantung orang mulu, lo kira Angel jemuran apa. Lama-lama kering Angel nungguin lo."

"Gue nggak mau denger omongan lo. Minggir." Ardian ingin melangkah masuk kembali namun kembali di halangi oleh gadis galak didepannya.

"Dan terpaksa lo harus denger ini Ardian Pram Arlenta."

Dengan terpaksa Ardian diam dan mendengarkan saja apa yang ingin gadis galak ini bicarakan. Padahal ia ingin segera masuk tapi sahabat Angel yang memang terkenal dengan kebar-barannya ini terus menghalanginya.

"Dengerin! Lo sebagai manusia yang emeng terlahir gak punya perasaan gue maklumi itu, tapi seenggaknya kalau lo memang gak bisa suka sama Angel jangan buat dia baper jangan janjiin dia apa-apa, jangan buat dia berharap kalau emeng lo nggak ada rasa buat dia. Kalo lo emeng nggak bisa balas perasaan Angel lebih baik lo jauhin dia."

"Gue nggak pernah buat Angel baper," sangkal Ardian.

"Hehhh, spesies langkah asal lo tau yah. Lo buat cewek senyum aja artinya lo udah buat dia baper."

"Dan apa kemarin lo janjiin kencan bareng Angel. Cihh lo tau arti kencan gak sihh, kencan tu keluar bareng, makan bareng ngabisin waktu bareng bukan malah lo buat janji buat orang nunggu terus lo asik sama cewek lain. Lo itu berengsek jadi cowok." Nadia terus saja meluapkan kekesalannya pada Ardian. Kesal sekali dirinya, karena pria yang tak peka ini semalaman sahabatnya harus menangis.

Ardian menatap Nadia, darimana gadis ini tahu kalau semalam dia bersama gadis lain, Putri.

"Angel dimana?" tanyanya ingin cepat menemui Angel.

"Dikamarnya." Nadia masih mengatur nafasnya karena terlalu bertenaga mengomeli Ardian makanya dia menjawab saja.

Tanpa permisi pun Ardian masuk melewati Nadia begitu saja yang sempat menahannya tadi.

"Hehhh, udah ngilang spesies langkah. Apa masuk dia?"

*****

Tok tok tok

Guardian and Angel (story love school)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang