Haaii semuanya, jumpa lagi.
Minal Aidin yah teman2 baca ku.
Selamat menikmati daging kurban,,, Heheheh...Hari ini GAA up lagi, ada yang masih setia baca sampai part ini?...
____________________________
Angel memasuki rumahnya dengan dengan langkah gontay, bayangan diperpustakaan tadi masih menghantuinya. Tarikan nafas berat keluar dari bibir Angel menandakan jika gadis itu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Haii sayang!" tubuh Angel terpelonjat kaget mendengar suara dari arah sofa.
"Mama!" Angel menoleh menatap mamanya lekat.
"Kenapa, terkejut banget liat mama kayak liat penampakan." ucap Jasmine kembali melihat tv dihadapannya.
Angel segera menghampiri mamanya dan merebut remote ditangan mamanya.
"Angel mama lagi nonton," protes Jasmine.
"Mau nonton apa sih ma, palingan mama mau nonton azab kan." tuduh Angel yang memang benar.
"Emeng kenapa, sinetron itu tuh mendidik Angel, mama bisa hati-hati terus setiap perbuatan mama dan akan takut jika perbuatan mama itu akan membawa Azab buat mama." jelas Jasmine panjang lebar.
"Azab gak gitu banget mah, ngapain juga kuburan orang malah kena meteor, dikira meteor kalo jatuh gempanya cuma sekomplek." cibir Angel kesal dengan sinetron azab yang tak pernah masuk dinalarnya.
"Yabisa jadi juga Angel kalo dosa orang itu udah bejibun gimana."
"Yaampun, mama itu wanita berpendidikan yah, harusnya tuh mama saring dulu fenomena kayak gini. Lagian sifat jahat orang akan di balas di neraka," kesal Angel meledak mendengar mamanya yang percaya jika azab untuk orang jahat separah yang ditontonnya.
Sementara Jasmine hanya menganggukkan kepalanya mulai memikirkan setiap episode sinetron azab yang memang tidak pernah masuk logikanya jika dipikirkan.
"Mah!" panggil Angel.
"Apa?"
"Mama ada jodohin Angel nggak?" tanya Angel tiba-tiba.
Jasmine mengerutkan kening. "Nggak kok."
"Mama enggak pernah ada minat gitu jodohin Angel?"
Jasmine berfikir sebentar. "Emm, pernah sih tapi nggak jadi. Mama bukan orang tua jadul main jodoh-jodohin anaknya."
"Emeng yang gak jadi itu siapa ma?" tanya Angel semakin penasaran.
"Dulu sama Ardian tapi nggak jadi."
"Kenapa nggak jadi, kenapa enggak dijodohin sama Ardian aja." protes Angel dengan keputusan mamanya sewaktu dirinya belum lahir.
"Mamakan udah bilang, mama bukan orang tua zaman Nurbayan main jodoh-jodohin."
"Yakalo sama Ardian nggak papa kali mah." Angel memanyunkan bibirnya.
"Mama nggak mau gitu jodohin Angel sama Ardian?" tanya Angel kembali.
"Enggak." jawab Jasmine cepat.
"Kenapa?" bibir Angel cemberut.
"Orang Ardian aja nggak mau." jawab Jasmine menohok perasaan putrinya.
"YaAllaahh, mama ini mamanya Angel atau bukan sih, jahat banget sama anak sendiri." sesal Angel meminta pendapat pada mamanya.
"Kamu kali bukan anak mama, ditolak mulu jadi cewek."
***
Pagi ini cukup cerah, tak ada mendung seperti kemarin, tak ada awan hitam menutupi indahnya langit biru, matahari pagi ini sepertinya sangat bahagia, cahayanya sangat hangat dan menenangkan. Siswa Sma Pelita mulai berdatangan satu persatu. Ada yang menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum, atau diantar oleh keluarga mereka. Seperti Angel yang pagi ini diantar oleh mamanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Guardian and Angel (story love school)
Ficção Adolescente-FOLLOW SEBELUM BACA 💙- GUARDIAN dan ANGEL adalah dua orang yang telah menjalin persahabatan dari kecil umur yang hanya selisi satu tahun membuad Guardian merasa harus menjaga Angel karena tanggung jawabnya. Menganggap Angel sebagai adik sudah lebi...