JetZ

304 37 8
                                        

Operasi usus buntu Bella telah selesai, gadis itu juga telah sadar beberapa menit yang lalu. Saka pamit untuk pulang kerumah, badannya terasa nyeri dimana-mana. Bagaimana tidak selama menemani Bella, Saka tidur di lantai hanya beralaskan karpet tipis yang dipinjamkan oleh rumah sakit. Pikiran Saka terbagi-bagi, disatu sisi ia merasa bersalah pada Fadil karena tidak hadir diacara besar cowok itu, disisi lain ia rindu pada Kina.

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Saka berniat untuk membelikan Kina makan karena ia berfirasat gadis itu belum makan. Setelah membelikan makanan untuk Kina, Saka menitipkannya pada security yang berjaga di gerbang rumah gadis itu. Ia tidak berniat bertemu Kina saat ini, karena ia tau perasaan gadis itu pasti tidak baik-baik saja.

Sesampainya Saka dirumah ia langsung menuju kamar dan membersihkan diri, lantas membaringkan tubuhnya di kasur. Saka bermain capcipcup untuk menentukan apakah malam ini ia akan menelepon Kina atau tidak. Akhirnya Saka menelepon Kina, dan sedang harap-harap cemas takut teleponnya tidak diangkat.

"Halo."

"Belum tidur?" Tanya Saka dengan nada khasnya.

"Menurutmu aja, kalo aku ngangkat telepon gini kira-kira lagi tidur apa gimana?"

"Bener juga ya. Kamu kangen ya?"

"Ga usah geer. Ngapain kangen coba."

"Karena kita ga ketemu dari kemaren, terus aku ga ngasih kabar juga. Maaf ya."

"Ga usah minta maaf kalo nanti bakal ngulang lagi."

"Janji ga ngulang lagi, sumpah."

"Ga perlu janji, perlunya bukti."

"Caranya?"

"Jangan terlalu dekat sama Bella lagi, aku cemburu."

Ada jeda hening setelah permintaan Kina barusan, Saka berusaha menenangkan dirinya. Menurut Saka tidak seharusnya Kina cemburu pada gadis yang telah bersahabat lama dengannya.

"Kenapa? Kamu ga bisa?"

"Ga, bukan gitu. Bella itu sahabatku dari kecil sayang, mana bisa aku jauhin dia."

"Yaudah kalo gitu, jauhin aku aja."

"Kin.....jangan gini ya sayang?"

"Don't call me sayang if I'm not the only one, please."

"Maaf....."

"Ga usah minta maaf, aku ga terima maafmu. Permintaanku gampang kok, cukup jaga jarak sama Bella apa susahnya sih? Kalo kamu gini terus aku ga bisa Sak, sorry. Aku emang cinta sama kamu, tapi aku ga sebodoh itu buat diduain. Kalo kamu memang sayang aku, ya udah ikuti mauku. Aku ga pernah minta hal yang enggak-enggak selama ini kan? Aku ga pernah minta hal yang bikin kamu rugi, Sak. Ga pernah." Kina terisak diujung sana.

"Maafin aku ya? Aku ga mikirin perasaanmu, maaf ya. Please, habis ini aku bakal jaga jarak sama Bella. I promise."

"Kalo kamu ingkar?"

"Aku siap terima hukuman dari kamu."

"Ini apa lagi, pake bawain nasi goreng segala. Sok romantis."

"Makan aja, pasti kamu belum makan dari sore kan?"

"Iya, gara-gara mikirin pacar rese kaya kamu." Kina lanjut menangis.

"Maafin ya.....udah jangan nangis lagi dong. Nanti tambah gemes mukanya kalo nangis."

"Bacot."

Geruchtted✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang