7. Tasya! (Revisi)

4.7K 191 0
                                        

Happy reading guys

Kalian pasti bertanya tanya SIAPA ITU TASYA?? Ya dia mantan Pramugari saat masih satu Maskapai dengan Alan.
Lalu sekarang Tasya dimana?? Dia masih jadi Pramugari tapi dipindahkan ke maskapai lain. Karna tuntutan perusahaan.

Apa Tasya dengan Alan memiliki hubungan?? No! Lebih tepatnya Big No!!
Memang sejak lama Tasya menyukai Alan, tapi Alan tidak.
Tasya memang selalu saja menganggu Alan, ya dengan alasan ingin membuat Alan jatuh cinta padanya. Tetap saja. Alan ya Alan.

Bukan Hanya Tasya saja yang menyukai Alan, tapi banyak wanita lain yang berprofesi sebagai Pramugari menyukai Alan. Perempuan mana yang tidak terpikat dengan pesona pria bernama lengkap ALAN DARMA WIJAYA ini.

Tasya juga selalu mencoba masuk ke dalam kehidupan Alan. Bagaimanapun caranya, Tasya harus bisa mendapatkan Alan.

Alan tidak menyukai Para pramugari mana pun atau wanita manapun selama ini. Dari dia Sekolah Penerbangan sampai menjadi Captain Pilot, dia terus fokus kepada karir,
Sampai sampai dia tidak berminat mencari cinta sejatinya. Menurut Alan, toh jodoh sudah ada yang atur, kita tinggal menunggu dan memperbaiki diri saja.

Tapi entah lah, Sejak pertemuan lucu nya  bersama dengan Nisa saat itu, membuat dirinya membuka hati.  Lebih tepatnya dia menyukai gadis itu.

Tidak neko neko, cukup ikuti saja alur yang ada. Seperti itu ciri khas Nisa. Alan suka itu.

Berbeda dengan Tasya wanita yang penuh dengan keribetan. Wajah cantik, body goals, tapi sifatnya yang tidak mengenakan di mata Alan. Alan tidak suka itu.

Bukan ingin membeda bedakan. Memang jelas berbeda. Tasya yang berwajah cantik karna dia seorang Pramugari dan Nisa yang wanita biasa saja tapi  sangat manis untuk di pandang. Tidak membosankan.

"Lan, perempuan kemarin siapa, aku liat kemarin kamu sama perempuan kan, kalo temen, kayak nya kamu gak ada deh temen perempuan kaya dia" Ucapnya Tasya sembari mengusap usap lengan Alan dengan manja, berharap laki laki di sampingnya luluh karna sikap manja nya.

Ini yang Alan tidak suka, Tasya selalu saja ingin tahu tentang dirinya. Huft! Sabar kan Alan ya tuhan.

"Dia temen saya"

Sungguh malas sekali rasanya dia menjawab pertanyaan pertanyaan Tasya.

"Iya temen yang mana, tapi sejak kapan kamu dekat sama dia. Kayanya dia bukan cewe baik baik deh. Kamu jauhin dia ya Lan."

Apa Tasya ini dokter psikolog? Kenapa dia suka sekali menilai orang seperti itu.

"Kenapa sih kamu suka nilai orang kaya gitu?? Emang kamu udah kenal sama Nisa??"

"Ooo jadi nama nya Nisa, dari nama nya aja udah katro banget."

Alan melepaskan rangkulan tangan Tasya dari lengan nya. "Lepas! Saya mau ke bandara."

"Kamu ngapain ke Bandara, kan kamu juga baru pulang Sayang. Pokoknya kamu hari ini harus temenin aku belanja."

"Saya gak bisa nemenin kamu, saya ada urusan sama Direktur." Alan terus saja berusaha melepas tangan gadis itu dari lengan nya.

"Ya udah aku ikut!"

Alan harus apa sekarang jika perempuan ini terus bersama nya.

"Kamu gak usah bikin masalah, saya ada urusan sama Direktur bukan sama orang lain."

Sekali lagi Alan melepaskan tangan Tasya dengan cepat dan meninggalkan Tasya begitu saja.

TBC

Hello, Captain! (Repost)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang