48. Dari mata turun ke hati.

2.6K 119 0
                                        

Happy Reading guys

Keesokan paginya, Nisa kini tengah bersiap untuk menjemput Alan dibandara. Karna dia mendapatkan info bahwa maskapai Alan akan kembali hari ini.

Alan dan Nisa masih blm saling memberi kabar, Alias kontek kontekan. Owh ralat, Alan sendiri, Nisa sungguh merindukan pria itu, tapi sepertinya Alan masih marah kepadanya.

Bingung harus bagaimana lagi.

"Lo pagi pagi mau kemana?" Tanya Yolan yang sedang mengepel karna tumpahan minuman.

"Jemput Alan" Jawab Nisa seadanya.

"Emng dia balik sekarang??" Yolan kembali tanya,

"Hooh, gue dapet info kalo dia balik hari ini, ya udh gua siap siap trs jemput Alan." Jawab Nisa kembali.

"Lo gk sarapan dulu, lo kan belum sarapan tadi"

"Gk, Entar aja disono, Dah ya, gue cabut. Assalamualaikum" Ucap Nisa sambil melangkah keluar  rumah.

"Ya dah, Ati ati. Waalaikumsalam" Jawab Yolan, lalu gadis itu melanjutkan Aksi ngepelnya.

Setelah keluar dari dalan Mansion, Nisa langsung memanaskan pajero black nya.

Outfit Nisa kini tidak terlalu ribet, hanya memakai kulot dan baju pendek dilapisi jaket jeans ala anak muda Jaman jigeum.

Sekira mesin pajero miliknya sudah panas, Nisa langsung meluncur ke Bandara Soekarno hatta.

"Bandara Soekarno terus Thor?? Yang laen ngapa." Lah Bandara soetta adanya di jabodetabek, ya masa Bandara Adi Sujipto, kejauhan. "Ya Bandara Halim kek thor."  halah udh pewe gua sama Bandara Soetta. Wkwkw

Setelah sampai di bandara Soekarno Hatta, Nisa langsung memarkirkan pajero kesayangannya, dan masuk ke dalam Bandara.

Mungkin kata orang, untuk waktu menjemput Nisa saat ini masih sangat pagi, tapi memang infonya Pesawat yang dibawa Captain pilot Alannya itu akan Landing sebentar lagi.

Anjir Alan yang bawa pesawat, gue yang bangga nulisnya.

Tidak menunggu waktu lama, announcement landingnya pesawat *** telah terdengar.

Sedikit lama dari itu, Alan pun muncul bersama kawannya. Dan wanita ular itu juga.

Setelah Alan sudah terlihat dekat, Nisa langsung memanggil, dan bersorak ala anak kecil. Darahnya berdesir, saat Alan menatapnya.

Nisa merindukan tatapan lembut itu gengs.

Kini pria itu dan juga teman teman maskapai nya sudah berada di depan Nisa, Nisa tersenyum hangat kepada mereka, dan mereka juga membalasnya, Tidak dengan Wanita ular itu yang sepertinya sedang grutuan tidak jelas.

Nisa melihat Dewa tengah tersenyum manis kearahnya, Nisa ingat pria itu yang ia tolong 3 hari lalu, Nisa pun membalas senyuman Dewa.

Alan yang melihat interaksi Nisa dengan Dewa lewat senyuman mereka itu, membuat dia jadi jengkel sendiri. Sebenarnya Nisa ingin menemui siapa.

Alan pun berdehem, mengehentikan Dewa yang terus saja senyum ke arah Nisa, Alan takut, Nisa benar berpaling ke Dewa, karna cinta itu, dari mata turun ke hati. Gk ke ginjal aja Mas.

Mendengar deheman dari Alan, Nisa langsung menatap ke arah Alan.

"Ada apa" Tanya Alan dingin.

Alan sebenarnya ingin meminta maaf kepada Nisa karna sudah bersikap tidak baik kepada gadisnya itu.

Nisa yang mendengar suara dingin Alan, terlonjak kaget, masih dingin aja. Kaku lagi kek kanebo kering. Canda Mas.

"Mau jemput Mas Alan" Jawab Nisa dengan nada lembut sedikit menunduk.

Alan sedari tadi bertanya tanya, darimana Nisa tahu, dirinya pulang hari ini, Ahh Alan tambah tidak tega untuk terus menyakiti gadis itu.

"Masih berani lo deketin Alan?? Setelah selingkuh, dan sekarang dateng seakan gk ada masalah apapun. ckckck" Ucap Tasya sinis ke arah Nisa,

Nisa memejam kan matanya untuk menetralisir emosinya, Tahan, jangan jambak.

"Heh, lonte chocopie, ngapain si lo ngikut campur terus, terah Nisa lah mau jemput Alan, ribet lo!" Sungut Dewa.

"Emng bener kok, Nih cewe tuh gk pantes buat Alan!" Gertak Tasya tidak kalah sinisnya.

Baru Dewa ingin membalas ucapan Tasya barusan, tapi sudah terpotong karna suara seseorang.

TBC

Hello, Captain! (Repost)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang