Happy Reading guys
Setelah kembali dari kantor, Kini Nisa sudah berada di depan Mansionnya.
Cukup melelahkan jika mengingat kejadian di basemant kantor, dirinya, Andre dan Santi.
Pajero kesayangannya sudah terparkir dengan cantik di garasi mansion cempaka.
Dari sejak di kantor dirinya memakai airphone mendengarkan lagu, bergumam tidak jelas, mengikuti lirik lagu yang dia dengar.
Susana hatinya sedang baik. Sejak tahu siapa pelaku dari semua masalahnya, Gadis itu sudah riang kembali.
"Setiaku menanti abang pulang... wajahmu kusut dan kusam... baju pun tak ganti pula... diam tiada cerita...~~" Nisa menyanyikan lagu dangdut dengan nada sumbangnya.
"ku tahu abang lelah...bekerja sehari...kadang kadang lembur sampai pagi...~~" Dirinya bernyanyi sambil mendorong pintu mansion.
"istrimu yang setiaa... Menyeduhkan kopi... Dari panas hingga dingin lagi, itu pun tak mengapa asalkan jangan lupa, minumlah seteguk saja~~~" Setelah sampai di dalam rumah, Nisa terus bernyanyi sambil berjoged ala orang memukul gendang mengikuti irama lagu.
Marco yang melihat Nisa bernyanyi sambil joged diruang tamu, terlonjak kaget karna mendengar suara nada tinggi sumbang Nisa. Astaga merusak kuping saja.
"Hallo adik manis, anak baik itu pulang kerja, masuk rumah, memberi salam. Bukan malah joged joged gk jelas" Sinis Marco kepada Nisa yang sedang asik berjoged.
Nisa mendengar suara Marco, berhenti berjoged dan langsung melepas airphone nya yang di telinga. Gadis itu langsung memberikan tatapan mematikan ke arah Marco. Ganggu aja nih serbuk jasjus.
"Assalamualaikum!!" Ucap Nisa kearah Marco.
"Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokhatu. Nah kan gitu enak loh" Jawab Marco dengan gaya seperti Ustadz menceramahi anak didiknya.
E eleh.
"Opo opo opo opo opo!! Opo iyoo..Jrigis!!" Setelah mengucapkan itu Nisa langsung masuk kedalam.
Marco yang mendengar ucapan Nisa barusan, mengerutkan dahi. Ngomong apaan tu bocah.
Saat Nisa masuk ke dalam, dirinya langsung di hadang oleh wanita yang meminta membelikan bakso tadi. Betul. Rere namanya.
"Mana baksonya" Todong Rere yang berdiri di depan Nisa.
Skakmat! Bukannya tadi dia sudah berakting tidak ada jaringan.
"Bakso??" Tanya Nisa dengan menormalkan wajahnya yang panik.
"Iya Bakso, kan tadi gue nitip ama lo pas telponan, mana baksonya??" Tanya Rere kembali.
"Yah. Gue gak tau kalo lo nitip bakso, Tadi pas kita telponan, kayanya pulsa gue abis. Orang bunyi tut tut tut gitu" Alibi Nisa dengan wajah pura pura lupa.
Entah lah, Rere yang terlalu bodoh atau Nisa yang pintar berakting, Rere pun mengangguki ucapan Nisa, walau sedikit ragu.
"Ck, pdhal gue pengen makan bakso. Entar kalo anak gue ileran gimana" Ucap Rere dengan wajah di murung murungkan.
Nisa yang mendengar ucapan akhir Rere, melotot terkejut.
"Lo hamil??!!" Tanya Nisa dengan Nada terkejutnya.
"Hah! Siapa yang hamil??" Sambung Yolan yang sedang membenarkan posisi miniatur Nisa yang didekat Tv. Yolan sangat terkejut, Nisa membicarakan hal tabu itu.
"Ih apaan sii Nisa. Siapa yang hamil sii!" Teriak Rere, dia hanya bercanda tadi, tapi kenapa Nisa menganggapinya serius.
"Siapa bapaknya?? Erick bapaknya??" Tanya Nisa sambil memegang pundak Rere.
Erick yang mendengar namanya disebut oleh Nisa, langsung berdiri bangun dari tidurnya di sofa.
"Apaan nih, bawa bawa gue??" Tanya Erick dengan wajah mupengnya ala bangun tidur.
"Lo hamilin Re--"
Tukkk
"Anjirrrr! kok lo getok pala gue sii Re" Tanya Nisa sambil memegang kepalanya yang di pukul pakai gagang kipas.
"Biar otak lo jalan lagi! Gue tadi cuma bercandaa Nisa" Ucap kesal Rere.
"Lo pada ngomongin apaan siii!! Gue dengerin ya, tapi lo pada gk jelas" Ucap Resa yang mendengarkan ocehan Nisa dan Rere.
"Gk kok. Biasa nih, orang gila. Jan ngadi ngadi lo" Alibi Rere sambil menoyor kapala Nisa.
Nisa yang di toyor mendelik ke arah Rere.
"Lo kan--" Geram Nisa tapi ucapannya di terpotong.
"Gue tampar ye, jangan brisik!!" Cetus Rere sambil melangkah ke sofa.
"Gk jelas lo pada, kaya Dora" Celetuk Erick.
Nisa memutar bola matanya malas kearah para sahabatnya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Captain! (Repost)
Romance18+ Harap Bijak dalam memilih Bacaan! Seorang gadis sangat menyukai Pesawat serta Pilotnya. Dia memiliki impian bisa memiliki suami seorang Pilot "Gue gak bisa jadi Pilot, setidaknya gue bisa nikah sama seorang Pilot" Ucap gadis itu. Apakah imipi...
