Happy Reading guys
"Ya udh kalau kamu gk mau minta apa apa, biar Mas yang minta aja deh" Ucap Alan sambil bersandar di Kap belakang mobil.
"Mas mau minta apah??" Tanya Nisa polos.
Alan pun membisikan sesuatu ke telingan Nisa, dan mata Nisa melotot saat mendengar apa yang Alan bilang. Astaga!!
"Gak mau Mas!" Tolak Nisa langsung kepda Alan.
"Kenapa emngnya. Enak tahu sayang, mau yah. Aku mohon plisss. Aku kangen kamu" Ucap Alan dengan puppy eyesnya.
"Mas tapi--" Ucap Nisa memelas, semoga saja pria didepannya luluh. Dan membatalkan kegiatan yang akan mereka lakukan nanti.
"Sebentar aja Sayang, gk lama kok. Yah," Ucap Alan memberi pengertian kepada Nisa, agar wanita itu tidak menolak ajakannya.
"Tapikan kamu capek Mas, baru pulang kerja loh" Nisa benar benar mencari cara agar rencana Alan gagal. Akh Nisa takut jadinya.
"Kan nanti malam Sayangkuh, bukan sekarang. Ciee udah ngebet yah" Goda Alan, membuat pipi Nisa memerah.
"Apaan si Mas, ya udh deh. Tapi janji ya, sebentar aja" Ucap Nisa sambil menyodorkan jari kelingkingnya.
Alan yang melihat tingkah Nisa pun tertawa, dia pun langsung menautkan jari kelingkingnya di jari Nisa.
"Iya janji sayang. Makasih ya" Ucap Alan mengecup lama kening Nisa. Dirinya jadi tidak sabar untuk nanti malam.
"Ya udah sekarang kita pulang yuk, Sini kuncinya biar aku yang bawa. Kamu gk boleh capek, kan mau teriak teriak buat nanti malam. Hahaha" Ujar Alan diakhiri tawaan.
"Ck, Mas ih" Nisa pun menutup wajahnya malu.
***
Malam hari pun tiba, ini yang Alan tunggu sejak siang tadi. Akhh Alan jadi tidak sabar. Dia ingin melihat Nisa menjerit nanti. Wkwkkw
Saat sudah sampai tempat tujuan, Alan langsung menghampiri seorang wanita.
"Mbk, saya pesen ya dua" Ucap Alan.
Mbak penjaga pun tersenyum kepada Alan dan Nisa.
"Iya, Silahkan masuk Mas mbak, semoga malam kalian indah" Ucap wanita itu kepada Nisa dan Alan.
Alan dan Nisa pun langsung masuk ketempat yang sudah dia pesan.
"Mas, kok Nisa takut ya" Ucap Nisa sambil meremas bajunya.
Alan tersenyum menanggapi ucapan Nisa.
"Kenapa takut, nanti pelan pelan kok" Jelas Alan sambil membelai rambut Nisa.
"Ya awalnya pelan, tapi nanti pasti lama lama faster. Nisa takut Mas" Rengek Nisa seperti anak kecil kepada ayahnya.
"Kamu lucu bgt sii kalo lagi ngrengek gini. Emng ini pertama kali buat kamu?? Hmm?? Kan ada Emas" Ucap Alan menenangkan Nisa dari ketakutan. Dia mengusap pipi Nisa lembut.
Nisa mengangguki pertanyaan Alan barusan. Memang ini pertama kali baginya. Aduh Nisa panas dingin gengs
"Kalo nanti faster, kamu gigit aja tangan Mas ya sayang. Gapapa. Okey, jangan takut lagi. Pelan pelan kok" Ucap Alan sambil mendudukan Nisa.
Tak lama mereka duduk, Akhirnya Kora kora dipasar malam itu pun dipenuhi oleh orang orang yang ingin menaiki juga.
Yups, mereka naik kora kora di pasar malam gengs. Uhh Romantis ya Alan.
Nisa sudah meminta Alan agar menaiki bianglala saja, tapi kata Alan, itu kurang ekstrim. Tapi Nisa suka naik bianglala. Alan juga beralasan tadi, kalau bianglala itu sangat tinggi, Alan takut ketinggian_-
Boleh gk sii gue jorogin Alan. -_-
Dan Kora kora yang sudah dipenuhi penumpang pun berayun. Awal memang pelan, tapi lama lama sangat kencang. Tapi Nisa suka, karna ada Alan. Hehe
Kalian Tadi Mikir apa hayooooooooooooo....
Wkwkwkwkwkwk
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Captain! (Repost)
Romance18+ Harap Bijak dalam memilih Bacaan! Seorang gadis sangat menyukai Pesawat serta Pilotnya. Dia memiliki impian bisa memiliki suami seorang Pilot "Gue gak bisa jadi Pilot, setidaknya gue bisa nikah sama seorang Pilot" Ucap gadis itu. Apakah imipi...
