Happy Reading gengs
Keesokan hari
Nisa dan 3 sekawannya itu sedang sarapan bersama. Mereka makan dengan khidmat.
"Eh Nis, gue nebeng ya" Ucap Yolan sehabis menegak air putihnya itu.
Nisa hanya manggut manggut sambil mengunyah
"Emang kenapa mobil lo??" Tanya Rere.
"Gak kenapa napa, cuma nanti gue pulangnya dijemput Marco. Biasa malam mingguan gengs" Ucap Yolan.
Mereka hanya ber'oh' ria saja.
Setelah sarapan selesai, Nisa dan Resa membereskan piring makan dan mencucinya sebelum berangkat kerja.
Setiap hari seperti itu, bergilir. Nisa dengan Resa dan Yolan dengan Rere.
Setelah semuanya selesai, Mereka semua siap berangkat.
"Nih lo yang bawa" Ucap Nisa sambil melempar kunci mobilnya kearah Yolan.
"Suwe lo" Yolan langsung masuk ke kursi kemudi dan Nisa duduk di kursi sebelah Yolan.
Saat diperjalanan hening gengs. Yolan sibuk memperhatikan jalan yang sedikit macet, dan Nisa sibuk memainkan telpon genggamnya.
"Njing. Pagi pagi udah macet aja. Heran gue sama jakarta" Grutu Yolan.
Nisa hanya memeperhatikan jalan sebentar lalu fokus kembali pada layar ponselnya.
Tak lama setelah itu, mereka sampai di Kantor tempat kerja mereka.
Semua karyawan tahu jika Yolan dan Nisa bersahabat bahkan tinggal satu atap, makanya mereka tidak kaget melihat Nisa dan Yolan berangkat bersama.
"Thanks ya" Ucap Yolan melempar kunci mobil, Lalu masuk ke dalam ruangannya.
Nisa hanya bergumam.
***
Pagi menjadi Siang.
Nisa masih berkutat dengan layar Laptopnya, tidak banyak kerjaan, tapi banyak file yang harus dia cek kembali.
Tiba tiba pintu ruang kerjanya terbuka. Dan menampilkan pria tampan yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Selamat siang tuan putri" Ucap Alan dengan nada riangnya.
Nisa tertawa mendengar panggilan Alan.
"Mas tumben ke kantor. Kangen ya sama Nisa" Ucap Nisa diakhiri kekehannya.
"Iya Mas kangen banget. Kamu lagi banyak kerjaan ya?? Mas ganggu gak??" Ucap Alan.
Nisa menggeleng "Enggak kok. Nisa cuma lagi cek file dari Bos aja. Eh apaan itu?" Tunjuk Nisa karna melihat Alan membawa wadah makan.
Alan meletakan wadah makannya di meja Nisa "Ini buat kamu sayang. Mamah yang masak, Mas bawa aja buat kamu. Biar kaya disinetron"
Nisa tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Alan. Ada ada saja pria itu.
"Makasih sayangkuh cintakuh...sini kamu duduk" Nisa mempersilahkan Alan duduk di depan meja Nisa.
Nisa mematikan layar laptopnya dan kembali fokus kepada kekasihnya itu.
"Jadi gimana bu?? Saya diterima di kantor ini??" Ucap Alan seperti orang interview kerja. Hahaha
Nisa kembali tertawa. Sejak kapan Alan dan dirinya menjadi Receh seperti ini. Astaga.
"Mas udah ihh, sini makan dulu. Aku suapin ya" Nisa membuka wadah bekal yang dibawa Alan.
Alan hanya mengangguk patuh seperti anak kecil.
Lalu Nisa menyodorkan sesendok makanan ke mulut Alan, tapi Alan menolaknya. Alan malah membalikan arah sendok itu ke mulut Nisa
"Kamu dulu Sayang" Ucap Alan. Nisa tersenyum dan memakan suapan dari Alan. Ulala romantis sekali.
"Sekarang Mas. Aa... pesawatnya terbang" Alan terkekeh lalu menerima suapan dari Nisa.
Setelah acara makan bersama selesai. Nisa langsung membawa Alan duduk di sofa.
Sedikit info, diruang kerja Nisa juga ada Sofa ya ceritanya.
Setelah duduk, Nisa langsung memeluk pinggang Alan dan bersadar di dada bidang pria itu. Manja.
"Mas, kapan nugas lagi??" Tanya Nisa sambil memainkan kancing kemeja Alan.
Alan sedang sibuk menciumi rambut Nisa "Kenapa?? Udah bosen ya ada Mas?? Hmm" Ucap Alan meledek Nisa.
Nisa berdecak "Ck. Bukan gitu loh" Ucap Nisa sambil mencubit perut sispek Alan.(ih kek mana si tulisan sispek)
Alan tertawa geli. "Mas kesini juga mau kasih tau, kalau besok Mas mau berangkat nugas" Ucap Alan sambil membelai rambut wangi Nisa.
Alan terus saja menciumi rambut Nisa, wangi seperti candu baginya.
Nisa melotot mendengar ucapan Alan "Hah!!"
TBC
NAH LOH KAGET KAN...WKEKEKEK
JAN LUPA VOTE DAN KOMEN GENGS!!!!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Captain! (Repost)
Romance18+ Harap Bijak dalam memilih Bacaan! Seorang gadis sangat menyukai Pesawat serta Pilotnya. Dia memiliki impian bisa memiliki suami seorang Pilot "Gue gak bisa jadi Pilot, setidaknya gue bisa nikah sama seorang Pilot" Ucap gadis itu. Apakah imipi...
