20. Rencana

2.7K 124 0
                                        

Happy Reading guys

"Hai Captain!!"

Karna ada yang menyapanya, dia pun membalikan badan untuk melihat orang itu.

Tasya

Sedang apa dia disini?? Bukankah dia ada di maskapai lain??

"Kok bengong sih, aku kangen sama kamu. Kamu kaget ya" Ucap tasya dengan nada manjanya. Tapi Alan tidak terpengaruh oleh itu.

"Ngapain kamu disini?? Ini bukan maskapai kamu!" Tegas Alan kepada Wanita yang selalu saja menganggunya jika bertemu.

"Kamu gak tahu ya! Aku udah pindah kesini lagi Captain!! Kita satu Maskapai lagi!!" Jelas Tasya dengan teriak kegirangan.

Sangat memalukan. Banyak pasang mata yang mengarah ke mereka. Apa kata orang nanti.

Alan tidak ingin nama nya sebagai Captain Pilot jatuh karna dekat dengan Pramugari. Apa lagi untuk menjalin kasih. Tidak!!

Banyak masyarakat yang Resah diwaktu penerbangan karna mereka mengira para awak kabin akan melakukan hal yang tak senonoh, seperti Pilot dan Pramugari. Padahal itu Tidak ada.

Sangat tidak Profesional!!!

Alan ingin semua penumpangnya Nyaman di dalam kabin yang tersedia. Bukan malah melihat hal yang tak senonoh membuat Penumpang meragukan penerbangan Maskapai kami.

"Lepaskan tangan kamu ini Tasya!!" geram Alan kepada Tasya. Sungguh saat ini dia sangat malu sekali.

Bukannya takut Tasya semakin menjadi. Perempuan Sialan!!

"Lepasin temen gue!! atau lo gue buat kehilangan jabatan lo sebagai pramugari disini!!" Ucap geram Dewa, teman Alan, dia juga menjabat sebagai Co pilot di maskapai ini

Dewa sebenarnya menyukai Tasya sejak lama. Tapi setelah melihat tingkah menjijikan Tasya membuat dia membuang Ludahnya. Cuih! Menjijikan brengsek!!

"Apaan si lo Wa, kasar tau gk!" Ucap Tasya memegang pergelangan tangannya karna di cekal oleh Dewa tadi.

"Sil. Lo urus nii!" Ucap dewa kepada Sesil Pramugari Senior di maskapai tersebut. Sesil paling di segani disana karna ketegasanya dalam bekerja.

Sesil yang mendapat perintah oleh Co-Pilot pun langsung membawa Tasya dari sana. Dia juga sudah lama geram dengan tingkah Tasya seperti Lonte murahan. Ingin sesil cabik cabik rasanya.

Kok author ikut kesel ya

Alan menghela Nafasnya gusar. Dia akan sangat terganggu nanti jika terus ada Tasya.

Jika Alan melihat tatapan Sesil kepada Tasya. Dia teringat dengan tatapan Nisa yang geram pd wanita yang saat itu menggodanya.

Ah dia jadi rindu gadis itu.

"Sorry bro. Gak tenang lo ya ada si Tas slempang" Ujar Dewa sambik menepuk pundak kokoh Alan Captainnya.

Dewa memang harus seprti ini. Alan tidak boleh setres atau kepikiran Apapun karna mereka sebentar lagi Take Off

"Risih gue sama dia"

Ya Alan jika bersama teman temannya memang memakai kata Non Baku.

"Tenang! Kalo dia nganggu lo lagi gue jorogin dia. Hahaha. Dah jangan mikirin apa apa. Mau take off" Ujar dewa sekalian mengingatkan kepada Captain pilotnya itu.

Pikiran Alan harua Fresh. Karna nyawa penumpang ada pada dirinya. Saat Lepas Landas nanti.

"1 minggu lagi kita balik broo!! Semangat!! Semangat!!"

Alan yang melihat jiwa semangat Dewa pun ikut tertawa. Ya sebentar lagi dia akan pulang dan menemui Gadis aneh itu. Hahaha Nisa.

"Sedang apa gadisnya itu" Gumam Alan sambil menatap foto Nisa di Hengponnya yang dia Ambil di akun Instagram Nisa.

Alan berencana setelah pulang nanti. Dia akan mengungkapkan Perasaannya kepada Nisa

Ya dia sudah yakin itu. Mendegar Nasihat temannya, yang jika kita terlalu lama mengungkapkan maka dia akan di ambil orang.

Maka dari itu Alan besok akan menyatakan perasaannya kepada Nisa. Semoga dilancarkan. Semoga

TBC

Manis bangat senyum Mas Alan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Manis bangat senyum Mas Alan. Uwu😘😘😘

@Alandarmasaputra

Hello, Captain! (Repost)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang