18+
Harap Bijak dalam memilih Bacaan!
Seorang gadis sangat menyukai Pesawat serta Pilotnya. Dia memiliki impian bisa memiliki suami seorang Pilot
"Gue gak bisa jadi Pilot, setidaknya gue bisa nikah sama seorang Pilot"
Ucap gadis itu.
Apakah imipi...
Setelah malam dimana dirinya dan Alan bermain ke pasar malam menaiki kora kora.
Pagi ini Nisa berada di mansionnya bersama para sahabatnya.
"Reee!! Gue pinjem curlyan lo donk!!!" Teriak Nisa di ruang tamu kepada Rere yang masih di atas, kamarnya.
"Minjem mulu lo, beli donk. Miniatur dibanyakin tapi curlyan gk punya" Sindir Yolan yang sedang bermain game cacing.
Nisa melirik ke arah Yolan "Bicit indi"
Rere keluar dari kamar dan memanggil Resa yang sedang mengaduk adonan di lantai "Resa!! Curlyan gue dimana?? Kan kemaren lo pinjem!"
Resa hanya mengedikan bahu "Mana gue tahu"
"Jan ngadi ngadi lo ah, mana cepetan!! Gue mau jalan nih sama Erick" Semprot Rere dengan nada cemprengnya.
Nisa dan Yolan hanya menggelengkan kepala, hampir setiap pagi mereka seperti ini.
Sekarang tanggal merah, jadi mereka semua cuti bersama. Tentu saja mereka manfaatkan untuk berkencan dengan kekasih mereka.
Resa masih sibuk mengaduk adonan bolu dengan gerakan cepat. Dirinya merasa, sudah mengembalikan Curlyan milik Rere.
Rere kembali bersuara " Nisa, Curlyan gue ada sama lo gk??"
"Kalo ada sama gue, udah gue pake dari tadi Re. Ngadi ngadi aja lo" ujar Nisa sambil menyatok rambutnya. Terlalu lama menunggu Rere mencari Curlyan yang hilang, jadi dia mencatok saja rambutnya.
Rere menggeram kesal "Tuh barang kalo lagi gk gua pake, ada. Giliran mau dipake, ngilang gak tau kemana! Jingan bgt sumpah!"
Yolan, Resa dan Nisa hanya mengabaikan ocehan Rere yang sedang naik pitam. Sepertinya gadis tengah Redday.
Beberapa menit berlalu. Adonan Resa sudah dimasukan ke loyang dan di oven; Rambut Nisa sudah rapih dicatok; dan Cacing di game Yolan pun sudah sangat besar bobotnya; Kini gadis yang tadi ribut sendiri karna curlyan, sedang melangkah turun ke arah ruang keluarga dengan rambut yang sudah di Curly indah.
Nisa yang melihat Rere dengan rambut yang sudah di Curly pun bertanya "Tuh, rambut lo udh di curly"
Semuanya menatap Rere saat itu juga. Dan benar, sudah rapih gadis itu.
Yang ditanya hanya cengengesan gak jelas "Hehe.. Curlyan gue ternyata ada di bawah meja kerja gue"
Sudah mereka duga
Nisa, Resa dan Yolan hanya menatap datar ke arah Rere.
"Untung sahabat ye, kalo bukan, udah gue bangsat bangsatin lo" Ucap Yolan sambil menggeser tubuhnya agar Rere bisa duduk.
Tiba tiba Bel mansion berbunyi.
Ting tong
Tanpa disuruh, Nisa bangun dari duduknya untuk membuka dan melihat, manusia mana yang pagi pagi bertamu ke rumahnya.
Sangat percuma jika mengandalkan ketiga sahabatnya itu, jika pada ujungnya nanti, dia juga yg akan melakukan.
Saat pintu mansion dibuka, Terpampanglah pria yang sedang senyum manis kepadanya.
"Pagi mbk Ninis" Ucapnya dengan senyum itu.
Nisa hanya menghembuskan nafas kepada pria didepannya ini "Pagi juga pak polisi" Ucap Nisa sambil ternyum dibuat buat.
Ya, yang datang pagi pagi ke mansionnya itu adalah Arkan kekasih Resa. Pantas saja anak itu membuat bolu pagi pagi, kekasihnya mau datang toh ternyata.
"Mbak Ninis, cantik bgt hari ini loh" Puji Arkan dengan sedikit logat medoknya. Arkan itu orang jawa.
Nisa tertawa mendengar penuturan calon adik iparnya ini, dia pun meninju lengan kekar Arkan "Sa ae lo bujang. Dah ah sono masuk. Udh ditungguin Resa noh"
Arkan pun mengangguki ucapan Nisa.
Sebenarnya Arkan dengan Nisa hanya terpaut 2 tahun. Lebih tua Arkan tentunya. Dia menganggil Nisa dengan sebutan "Mbak, Yayune, Kakak" itu karna dia menghormati Nisa yang lebih tua dari Resa kekasihnya. Kepada Yolan, Arkan pun memanggil gadis itu Kakak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anggap aja itu Arkan ya.
TBC
RADA GAK JELAS YA. EMANG. AUTHOR MASIH BINGUNG BUAT ENDINGNYA NANTI. MAAPKEUN YA GENGS. JAN LUPA vote, komen DAN follow AKUN AUTHOR. OKEYY
YANG VOTE AUTHOR DOAIN MOGA JODOHNYA KAYA MAS ARKAN.