Happy Reading gengs
"Mas kesini juga mau kasih tau, kalau besok Mas mau berangkat nugas" Ucap Alan sambil membelai rambut wangi Nisa.
Alan terus saja menciumi rambut Nisa, wangi seperti candu baginya.
Nisa melotot mendengar ucapan Alan "Hah!!"
Nisa langsung menatap Alan intens. Yang benar saja, masa dia akan di tinggal lagi.
"Mas serius mau nugas lagi. Ihhhh" Tanya Nisa kepada Alan.
Alan terkekeh melihat Nisa seperti anak kecil.
"Iya sayang, mas serius. Kan Mas udah 2 minggu libur" Ucap Alan sambil mengusap pipi Nisa lembut.
Nisa langsung menghambur kepelukan Alan, dia menyembunyikan wajahnya di ketiak Alan. Wangi njerr
"Mas ihhh, ntr kalo Nisa kangen gimana?? Tanya Nisa dengan nada manja.
Alan mengecup bibir Nisa singkat, begitu gemas pada gadis didepannya ini.
"Kan kita bisa telponan atau Vc an sayangku" Ucap Alan.
Nisa pun duduk di pangkuan Alan dan mencium bibir pria itu agresif. Sejak adegan waktu itu membuat dirinya candu akan bibir Alan.
Alan dengan senang hati membalas lumatan Nisa. Saat Alan mulai membalas, Nisa melepaskan pautan bibirnya, dan memukul dada Alan.
"Tetep aja kangen Mas!" Teriak Nisa di cekuk leher Alan.
Alan tertawa. Jadi Nisa menciumnya untuk meluapkan kekesalan gadis itu.
"Kita Nikah yuk, Mas bosen nglajang, trs anggurin kamu kaya gini" Ucap Alan.
Nisa yang mendengar penuturan Alan, kembali menatap Alan.
"Hah, Nikah??" Ucap Nisa polos
Alan mengangguk "Iya. Kita nikah, Mas butuh istri kalo pulang kerja"
Wajah Nisa memanas mendengar penuturan Alan.
"Kamu mau kan, Nikah sama Mas??" Tanya Alan lagi.
Bayangkan!!!! Bayangkan, kalian yang ada di posisi Nisa?? Kalian jawab apa??
"Mas ihh, Apaan siih. Kok jadi bahas Nikah??" Ucap Nisa setengah malu malu.
"Kamu gak mau nih, Nikah sama Mas??" Tanya Alan lagi.
Nisa memukul dada Alan pelan "Ya mau lah. Siapa coba yang gak mau diseriusin"
Alan terkekeh. Lalu dia mengeluarkan kotak beludru disaku blizernya.
Nisa menutup mulutnya, saat Alan membuka kotak itu di depannya.
"Mas..."
"Mas sekalian mau ngelamar kamu sayang. Biar nanti abis Mas pulang, kita langsung nikah. Mas mau tanya lagi, Will you merry me??"
Nisa masih berada di pangkuan Alan. Jika dirinya berkedip saja, maka air matanya bisa dipastikan meluruh.
"Will you merry me??" Tanya Alan sekali lagi.
Nisa mengangguk "Yes, i will"
Setelah mengucapkan itu, Nisa memeluk Alan kembali. Dia menangis sesegukan. Ini semua belum terbayang, jika Alan melamarnya.
Alan melonggarkan pelukannya "Kok nangis sih??" Ucap Alan sambil mengusap Air mata Nisa.
"Ini tuh air mata kebahagiaan Mas" Ucap Nisa.
Alan tertawa, dan langsung menyambar bibir mungil Nisa lagi. Melumatnya sebentar.
"Makasih sayang" Ucap Alan memeluk Nisa dan menyandarkan kepalanya di dada Nisa.
Nisa pun mengusap kepala Alan "Makasih buat apa Mas?"
"Makasih udah nerima Mas, untuk jadi pendaming hidup kamu Sayang" Ucap Alan.
Nisa tersenyum." Aku yang harusnya berterima kasih ke Mas" Ucap Nisa sambil mengusap rambut Alan dengan Sayang.
Alan menatap Nisa "Kenapa kamu makasih??" Tanya Alan polos.
Nisa mencium dahi Alan sebentar "Makasih karna udah mau wujudin cita cita aku selama ini"
Alan mengerutkan dahi "Cita cita??"
"Iya cita cita. Kan Nisa dulu pengen jadi Pilot tapi gak kesampaian. Nah Nisa punya prinsip, kalau Nisa gak bisa jadi seorang Pilot, Setidaknya Nisa harus bisa menikah dengan seorang Pilot" Ucap Nisa dan diakhir tertawa bersama
Alan ingat, Nisa juga pernah mengatakan hal yang sama waktu mereka belum pacaran.
Alan mengingat moment itu, dimana dirinya seperti mendapat kode keras dari Nisa.
Dan benar saja. Dirinya yang akan mewujudkan prinsip konyol Nisa.
TBC
HUWAAAA...AUTHOR JUGA PENGEN DILAMAR, TAPI GAK ADA YANG NGALAMAR.
DAH LAH. JANGAN LUPA VOTE YA GENGS
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Captain! (Repost)
عاطفية18+ Harap Bijak dalam memilih Bacaan! Seorang gadis sangat menyukai Pesawat serta Pilotnya. Dia memiliki impian bisa memiliki suami seorang Pilot "Gue gak bisa jadi Pilot, setidaknya gue bisa nikah sama seorang Pilot" Ucap gadis itu. Apakah imipi...
