"Maaf ...."
"Berhenti merasa bersalah karena hal-hal yang sebenarnya di luar kuasa kamu!"
Niat hati ingin rehat dari aktifitas yang melelahkan sebagi model, Violla Sanjaya justru mendapat dua malapetaka yang tidak pernah ia duga: 1) hampir kehilanga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
* Mohon koreksi jika ada kesalahan dalam penulisan bahasa asing. --------•--------
Sudah lama Violla tidak menikmati hasil kerja kerasnya. Kata orang kebahagiaan itu harus diciptakan, makanya ia ingin melakukan hal yang menurutnya menyenangkan. Ia harus bisa memanfaatkan masa cutinya, termasuk menemukan kebahagiaannya sendiri.
Setelah cukup lama mengemudi, Violla sampai di depan sebuah butik. Sebelum menjadi manusia super sibuk, dulu ia selalu berbelaja bersama ibu di sini. Bahkan pegawainya juga sudah hafal selera keduanya. Apalagi foto Violla yang selalu muncul di media fashion tanah air, sehingga mudah untuk mengenali Violla di kalangan fashionista.
"Selamat siang," ucap pegawai dengan ramah. "Ada yang bisa saya bantu, Mbak?"
Violla membalas sapaan itu kemudian masuk ke dalam. "Kalau bustier empire dress gitu ada yang baru? Saya nyari yang motif floral soalnya."
"Ada, Mbak, sebelah sini." Violla dibawa menuju sebuah sudut di mana pakaian yang ia cari ada di sana. "Dress yang ada di sini semuanya baru datang satu minggu yang lalu, Mbak. Silakan dipilih."
Violla mengangguk saja, baju yang dicarinya ada di sana dan ia berani sumpah kalau bahannya bagus-bagus semua. Dress floral berwarna biru berhasil mencuri perhatiannya, sepertinya akan cocok jika dipadukan dengan t-shirt putih panjang, begitu pikir Violla.
"Saya ambil yang ini." Akhirnya dress itu ia pilih. Saat mencari-cari lagi, tak sengaja matanya menemukan ruffle midi skirt yang tampak menawan. "Sama yang ini, Mbak."
"Tunggu sebentar, ya, Mbak."
Violla mengiyakan dengan anggukan. Anggun sekali. Satu rencana di otaknya sudah Ia lakukan, kini tinggal mewujudkan rencana-rencana lain yang masih belum ditemukan. Tidak tahu harus melakukan apa makanya Violla pergi ke sebuah mal yang dipadati manusia, ia membeli banyak sekali aksesoris juga peralatan make-up yang tujuannya entah untuk apa, ia hanya melakukan apa yang menurutnya menyenangkan.
Bosan dengan mal wanita itu singgah ke sebuah coffe shop yang letaknya ada di pinggiran jalan kota. Sudah lama ia tidak menikmati secangkir kopi tanpa beban, kepulan asap beraroma dari cairan berwarna cokelat di depannya sangat menggugah selera. Tempat ini tidak begitu ramai tapi funiture yang ada sangat membuat nyaman, suasananya memberi rasa hangat tersendiri bagi Violla, makanya ia suka mampir ke sini kalau kebetulan ada di Bekasi.
"Mbak Violla, ya?" tanya seseorang secara tiba-tiba.
Violla tidak mengenal siapa wanita ber-sweater merah ini. "Eh? Iya ...."
"Ya ampun nggak nyangka bisa ketemu di sini. Saya selalu lihat Mbak di majalah, ternyata aslinya cantik banget," ungkapnya antusias. "Boleh minta foto, Mbak?"
Violla menggangguk saja, kemudian tersenyum saat kamera itu menyorot wajahnya. Ini tidak sulit, bukan kali pertama ia dijumpai penyuka busana seperti ini. Dan hal ini membuat ia berpikir : Ternyata menjadi model yang kini cukup membosankan bisa membuat orang lain senang.