"Maaf ...."
"Berhenti merasa bersalah karena hal-hal yang sebenarnya di luar kuasa kamu!"
Niat hati ingin rehat dari aktifitas yang melelahkan sebagi model, Violla Sanjaya justru mendapat dua malapetaka yang tidak pernah ia duga: 1) hampir kehilanga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-------•------
Mobil kini memasuki area sebuah bangunan besar, lalu masuk ke dalamnya ketika gerbang diibuka dan langsung memarkirkan kendaraan roda empat itu di sana. Dapat dilihat dengan mata telanjang bahwa motor-motor yang terparkir menandakan banyak sekali karyawan.
Mereka turun dan masuk ke dalam disambut oleh seseorang berkaus logo perusahaan dan celana hitam dipakainya.
"Oh ini Mbak Violla? Lebih cantik aslinya, ya, ternyata." Puji Pak Karyo yang tadi sudah memperkenalkan diri sebelumnya.
"Bapak bisa saja. Bapak juga ganteng ... pada masanya, hehe."
Awalnya mereka terdiam sampai akhirnya tawa menyusul. "Mbak Violla ini seneng bercanda ternyata? Waduh, beruntung sekali perusahaan punya model yang cantik dan humoris kayak Mbak Violla."
Ah, Pak Karyo jangan jadi pesaingku, batin Ufi saat pujian-pujian yang didengarnya memekakkan telinga.
"Umm, Atikanya di mana, Pak?" tanya Ufi memotong pembicaraan.
"Ada di ruangan saya, Mas. Ayo saya antar."
Ufi mengangguk. "Violla, aku ke sana dulu. Kalau mau menunggu di sana silakan, atau mau jalan-jalan dulu juga boleh. Whatever you want."
"Okay. Nanti aku nyusul."
Raut wajah Ufi memberi jawaban yang jika didengar pasti berkata "baiklah". Kemudian mengajak Pak Karyo menuju ruangan tempat Atika berada. Sebenarnya masalah apa yang harus Atika sampaikan sampai-sampai Ufi yang harus turun tangan? Keluarga? Hanya itu?
Sebelum perusahaan beralih tangan kepada Ufi, Atika sudah bekerja di sana dan dia bisa dibilang senior dari karyawan-karyawan lainnya. Setahu Ufi, Atika bukan tipe orang yang mudah menyerah karena keadaan atau labil hanya karena omongan yang simpang siur, tapi mendengar dirinya mengundurkan diri cukup menyita perhatian. Yang menjadi permasalahan tetap sama. Kenapa harus ada karyawan yang mengundurkan diri di saat perusahaan mulai beraksi.
Sampai saat ini perusahaan belum meluncurkan foto-foto Violla di laman market place karena masih dalam tahap editing, padahal pemberitaan mengenai kedatangan Violla ke perusahaan beberapa waktu lalu masih menjadi perhatian publik.
Bagaimana bisa seseorang yang diberitakan hilang? Tapi datang secara mengejutkan dan mengatakan bahwa pemilik perusahaan adalah kekasihnya. Manusia mana yang tidak mengira kalau Violla tengah memainkan sandiwara? Sampai saat ini, belum ada yang terlalu buruk selain Adam yang memaksanya pergi meninggalkan Ufi.
Ruangan kedap suara dengan pendingin yang menyala sedikit meminimalisir panas yang masuk ke sana. Tumpukan kertas di beberapa tempat semakin membuat ruangan Pak Karya terlihat tidak pernah sepi atau ditinggalkan penghuninya.
Lantainya terdapat sampah di beberapa titik dan beberapa sudut saja yang berdebu, sedangkan letak yang paling sering terkena sentuhan manusia terlihat mengilat meski sedikit cacat sebab belum diganti dengan barang-barang baru sejak perusahaan masih dipegang Papa Ufi.