"Maaf ...."
"Berhenti merasa bersalah karena hal-hal yang sebenarnya di luar kuasa kamu!"
Niat hati ingin rehat dari aktifitas yang melelahkan sebagi model, Violla Sanjaya justru mendapat dua malapetaka yang tidak pernah ia duga: 1) hampir kehilanga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NOW PLAYING
Jannabi - For Lovers Who Hesitate
01:35 ─•──────── 04:22 |◁ II ▷|
-------•-------
* mohon dikoreksi jika ada kesalahan dalam penulisan bahasa asing.
------------------------------
Sumber Uang Tambahan Kerja bagus.
Yayan memiringkan senyum dan pergi menyusul Ufi. Dia tak menyadari bahwa Violla di sana memperhatikan bagaimana tingkah sekretaris pahlawannya sejak tadi. Setiap kali Yayan memegangi ponsel, Violla selalu ingin tahu apa yang terus membuat pria itu mengetikkan sebuah pesan setelah berbicara dengan Ufi.
"Ini Bapak Direktur perusahaan kami." Yayan berujar mengenalkan atasannya pada laki-laki yang katanya calon Violla.
Pria itu memakai Derby shoes yang dipadukan dengan jas abu-abu juga kemeja tanpa dasi yang mengikatnya, matanya naik turun menatap Ufi lalu membalas senyuman dengan terpaksa. "Pak Fikar ... nice to meet you. Saya Adam."
Kalau dilihat dari gelagatnya Ufi rasa pria yang bernama Adam ini berasal dari golongan orang-orang pengusaha, pantas saja kedua orang tua Violla memaksa menjodohkannya. Sepengetahuan Ufi tentang dunia bisnis, apapun akan dilakukan agar bisnis yang dirintis berjalan lancar. Tak peduli apa yang dia korbankan berdampak buruk atau tidak, disenangi atau tidak, disetujui atau tidak, bagi mereka bisnis yang paling utama.
Ufi bisa berfikir begitu karena itu yang terjadi pada hidupnya. Papa menjodohkan dengan Sisca di mana posisi Papa Sisca adalah pemilik perusahaan yang menjadi vendor sekaligus investor paling berpengaruh untuk perusahaannya—sebelum Ufi mengacaukan— yang membuat perusahaan tas itu masih berdiri sampai sekarang. Seandainya ia tidak mengetahui busuknya seorang Fransisca, mungkin ia akan menikahinya dan langsung datang melamar saat itu juga. Tapi Tuhan memang tahu apa yang terbaik untuk hambanya, Ufi mengetahui sifat asli Sisca sebulan sebelum perencanaan perjodohan itu diikrarkan. Dan karena hal itu juga membuat Papa berdiam diri di rumah sakit sampai sekarang.
Mereka kini duduk di kursi sofa bergaya minimalis yang tersedia di lobby ditemani langkah-langkah kaki yang hilir mudik ke sana ke mari. Adam masih saja diam seusai menanyakan keadaan Violla, mungkin karena Ufi menjawab seadanya.
"Apa sekarang saya bisa bertemu Violla?"
Pak Direktur mengembuskan napas gusar. "Sudah saya katakan Violla sedang menjalani pemotretan. Lebih baik Anda pergi sekarang juga because pengambilan gambar akan sangat lama."
Tanpa raut tertekan atau kecewa Adam tersenyum optimis. "Oke, saya akan menunggu."
"Saya masih banyak urusan. Jadi sebaiknya Anda pulang saja."