35 | Hilang Juga Tidak Masalah

4.3K 314 16
                                        

NOW PLAYING

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

NOW PLAYING

Cha Eun Woo - Rainbow Falling

00:00 •───────── 04:00
|◁     II     ▷|

-= HAPPY READING =-

Sebenarnya acara makan-makan sudah berlangsung selama sepuluh menit sejak dimulai tadi, tapi Violla belum juga memakan satu suap pun hidangan yang ada. Ia masih menunggu Ufi yang bertemu kepala panti, sepertinya membahas banyak hal mengenai perkembangan panti dan cerita-cerita singkat semenjak perusahana Ufi mendatangi tempat ini.

Clara juga tidak ada, sedang izin ke toilet karena mendapat telepon dari agensi. Violla tak menyangka jika pada akhirnya agensi tidak memaksa ia untuk kembali ke sana, agensi memberikan kebebasan padanya dan mau membuka pintu kapanpun Violla ingin kembali. Beruntung sekali memang, padahal banyak dari mereka yang memilih mengeluarkan model yang tidak profesional karena melanggar kontrak dan hal-hal sensitif lainnya, tapi sikap agensi pada Violla tidak demikian karena Pak Emi juga mengasihani peristiwa yang menimpa Violla saat ini. Untung saja percakapan barusan melegakan hal-hal yang mengganjal sehingga kini ia benar-benar bisa tenang menjalankan kontrak bersama Ufi—pahlawannya.

Di kursi yang ia duduki yang di atas mejanya tidak terdapat apa-apa Violla memandang ke arah pintu di mana tadi Ufi menghilang. Entah sudah berapa lama ia memandang, yang jelas semenjak ia duduk di sini dan seusai Clara izin mengangkat telepon. Suara di sana bising, tapi ketika Violla melamun begitu hening.

"Vi?" panggil Clara yang sudah kembali dan duduk di depan sahabatnya.

Perhatian Violla dalam sekejap teralihkan. "Gimana kata agensi? Lo tetap kerja di sana?"

Clara mengangguk tapi anehnya dengan cemberut kecewa yang dibuat-buat, sontak itu membuat Violla tersenyum semangat karena sahabatnya bisa tetap bekerja tanpa mengurusi Violla yang harus menyelesaikan kontrak dengan Ufi.

"Senyum dong. Kan bukan kabar buruk—"

"Tapi gue harus pergi sekarang...." Clara cemberut dengan raut sedihnya yang mengisyaratkan kecewa harus meninggalkan acara.

Dalam sekejap Violla menyayangkan pernyataan itu juga. "Waktu memang nggak pernah senang kita sama-sama."

Setelah berpikir beberapa detik, barulah Clara mengambil keputusan. "Tapi aku bakal balik lagi. Janji, deh."

Clara bangkit berdiri, tapi raut wajahnya tetap menampilkan penyesalan. "Gue cabut sekarang, ya. Harus bantu Pak Hendri nyusun acara nanti malem."

"Bu Karina emang ke mana?"

"Bu Karina sekretaris Pak Hendri lagi sakit udah dua hari." Tanpa berpikir panjang, Clara langsung bersalaman pipi gaya khas perempuan. "Gue pergi sekarang, ya. Kasihan juga Pak Hendri."

Memorable Night #N1 ( LENGKAP )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang