31 | Kabar Baik Atas Wanita Cantik

4.5K 357 26
                                        

-------•-------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-------•-------

Mobil terparkir di parkiran rumah sakit, Ufi langsung buru-buru turun dengan membiarkan Violla menyusul di belakangnya. Lorong-lorong panjang yang diselingi lalu lalang memenuhi ruang pandang kala berusaha mengejar langkah pria yang jenjang itu. Meja informasi penuh, tapi Violla melihat Ufi langsung pergi berbelok ke arah kiri.

Jumpsuit peach yang Violla kenakan tertiup angin saat ia berlari mengejar Ufi dan membuat geraknya lebih hidup lagi. Tas kecil cokelat tua yang ada di pundak ia perbaiki posisinya sebab berlari membuat tidak pada tempatnya lagi.

Setelah Ufi memintanya mengantar ke rumah sakit, mereka benar-benar langsung siap-siap dan pergi menuju tempat ini. Bisa Violla tebak kenapa pria itu tampak begitu teburu-buru saat kakinya menginjak lantai beraroma obat ini, karena tadi waktu di perjalanan ia mendapat panggilan dari salah satu perawat yang mengatakan bahwa Papa sempat mengigaukan namanya.

Baru saja Violla tiba di depan kamar VIP tempat Papa Ufi dirawat dan menemukan laki-laki itu  tidak masuk ke dalam. Justru yang ia lihat adalah Ufi yang baru saja keluar. Ini aneh, seharusnya ekspresi di wajahnya gembira, tapi kenapa ada sendu di sana?

Ternyata Ufi tidak sendirian, ada Miranda juga. Sepertinya perempuan itu sudah tiba lebih dulu daripada mereka berdua, atau mungkin memang Miranda selalu ada di sini menemani suaminya.

"Papa baik-baik aja, Fi," ucap Ibu mengusap bahu putranya. Tak lama ekor mata Miranda menangkap kehadiran Violla yang mendekat perlahan. "Violla?"

"Hai Tante. Om baik-baik aja, kan?"

"Papanya Ufi baik-baik saja. Mungkin tadi mimpi atau bagaimana Tante juga nggak ngerti. Tapi kata Dokter mungkin Om kangen sama anaknya." Miranda terkekeh sedikit karena gaya berceritanya. "Tapi sayangnya saat Ufi ke sini Papanya udah tidur lagi."

"Oh ... syukur kalau begitu, Tante."

Miranda mengangguk ramah. Sudah tidak terlihat lagi raut sinis di wajahnya ketika melihat Violla. Sepertinya ia memang mengerti akan keadaan sekarang, atau memang karena seorang Ibu selalu punya insting baik mengenai perasaan anaknya. Mungkin saja, ia tahu apa yang Ufi rasakan pada Violla. Anaknya pasti kesepian, bahkan waktu terakhir kali melihat mereka bersama dengan ruangan yang gelap ia tahu apa yang mereka lakukan hanya dari melihat gelagat keduanya.

"Oh iya, Fi. Katanya perusahaan udah luncurkan foto-foto Violla di internet, ya?"

Seketika kecemasan Ufi terkikis karena mendengar pertanyaan yang ia sendiri tak ingat kalau sudah memberi tahu karyawannya untuk meluncurkan foto-foto Violla. "Ah iya. Malam tadi aku udah nyuruh Yayan urus masalah itu. Tapi aku belum cek lagi."

Miranda terkekeh. "Kerja bagus, Fi. Postingannya banjir komentar di media sosial perusahaan." Kini matanya menatap Violla. "Makasih ya Violla sudah mau menolong perusahaan Ibu."

Memorable Night #N1 ( LENGKAP )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang