"Maaf ...."
"Berhenti merasa bersalah karena hal-hal yang sebenarnya di luar kuasa kamu!"
Niat hati ingin rehat dari aktifitas yang melelahkan sebagi model, Violla Sanjaya justru mendapat dua malapetaka yang tidak pernah ia duga: 1) hampir kehilanga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NOW PLAYING
AKMU - How Can I Love The Heartbreak?
00:00 •───────── 04:56 |◁ II ▷|
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-= HAPPY READING =-
Hari semakin menjelang malam, pertemuan yang harusnya dihadiri Violla terancam tak bisa didatangi. Sampai sekarang wanita itu masih bersama Ufi di rumah sakit karena sekretaris pahlawannya membutuhkan pertolongan tim medis. Lima menit yang lalu dokter mengatakan luka di mulut Yayan cukup serius karena giginya bergeser dan rahang retak, hingga akhirnya harus dirawat inap.
Di kursi besi sisi lorong, Ufi terdiam dengan memegangi kepalanya sedari tadi. Violla paham seberapa hancur dan kecewanya Ufi ketika dikhianati orang kepercayaannya sendiri, ditambah lagi perasaanya sedang tidak baik-baik saja karena Violla juga salah satunya.
Demi langit, Violla menyesal sempat membenci Ufi hanya karena kesalahpahaman ini. Melihat seperti apa Ufi sekarang benar-benar menamparnya, semenjak hari itu sampai detik ini mungkin Violla menjadi beban paling rumit untuknya.
"Fi ... maaf." Violla bersuara dengan mengikis kulit jarinya dengan jari yang lain. "Maaf karena udah pergi dari kamu. Maaf ... maaf aku pernah ngira yang macam-macam."
Ufi tetap terdiam, kemudian ia mengusap wajahnya. Ia menengadah dan menyandarkan kepalanya ke tembok. "Kamu apa kabar?"
Kabar? Ufi masih peduli pada Violla setelah semua yang wanita itu lakukan? Bahkan kalimat pertama yang ditanyakan justru mengenai keadaan Violla bukan perihal seberapa kecewanya ia.
"Aku nggak baik-baik aja, Fi." Violla mengatur napas, sakit. "Pergi dari hidup kamu ternyata nggak buat aku merasa lebih baik." Ia tersenyum pahit. "Kamu kok jahat banget sama diri kamu sendiri?"
Ufi menoleh, berusaha mengulas senyum. "Maksudnya?"
Sekarang angin datang dengan liar menyelundupkan dingin di kulit Violla. Lalu lalang tim medis di ujung sana membuat langkah kaki terdengar jadi irama.