"Maaf ...."
"Berhenti merasa bersalah karena hal-hal yang sebenarnya di luar kuasa kamu!"
Niat hati ingin rehat dari aktifitas yang melelahkan sebagi model, Violla Sanjaya justru mendapat dua malapetaka yang tidak pernah ia duga: 1) hampir kehilanga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NOW PLAYING
Lemon Slice - Terbawa Suasana
01:35 ───|────── 04:01 |◁ II ▷|
-------•-------
"Halo? Dengan siapa saya bicara?" tanya Clara, suaranya terdengar tenang. "Apa ada urusan penting sampai menghubungi pagi-pagi sekali?"
Mulut Violla terangkat kaku, tapi tak juga mengeluarkan bunyinya. Ia memejam mengumpulkan keberanian yang hilang dari dirinya dengan mulut terkatup menahan agar matanya tak berair. Perlahan ia mulai bicara, "Halo, Ra? Ini gue ... Violla."
Hanya hening yang tercipta.
"Ini nomor hp gue yang baru." Violla merasa ada yang menyekat tenggorokannya. "Gue bener ... gue beneran nggak ada niatan buat nyusahin lo, Ra."
"Sori." Kalimat itu mampu membuat orang yang mendengar menelan ludah. "Sori karena udah keterlaluan sama lo."
Seandainya Clara dapat melihat Violla sekarang, dia pasti akan sama berkaca-kaca. "Nggak ada yang perlu dimaafin, Ra. You did nothing wrong. Di sini gue yang selfish, gak pernah mikirin perasaan lo gimana. Harusnya gue tahu kalau jadi lo itu nggak gampang...."
"Lo emang kurang ajar, Vi. Nggak bisa ya Lo biarin gue marah sebentar?" Terdengar suara kekehan dan tarikan napas sengau di tempat Clara dan kekehan itu menular sampai ke Violla yang sekarang sudah mulai merasa lega. "Vi ... Bokap lo kemarin datang ke apartemen. Dia nanyain lo, kayaknya dia tahu soal berita kemarin. Lo harus hati-hati, ya."
Jujur Violla cemas, tapi menghindari rasanya justru membuat capek sendiri. "Udah gue duga, pasti kayak gini...," lirihnya. "Lo nggak usah cemas, Ra. I'm really good at hiding, lo tahu itu, kan?"
Clara tertawa. "Iya-iya. Lupa gue kalau sekarang lo udah punya pahlawan," guraunya.
Violla hanya tersenyum dengan sedikit suara. Sekarang ia mulai merasa hubungannya dengan Clara sudah baik-baik saja—atau mungkin sejak awal mereka memang tidak ada masalah apa-apa. "Kapan-kapan mampir ya ke perumahan Yasmin di Bogor, gue buatin teh anget spesial if you come."
"Wah!! Sekarang Violla Sanjaya jadi rajin bikin teh anget, ya."
Suara tawa masih terdengar, tapi Violla sepertinya sudah harus memutuskan panggilan. "Ra ... kayaknya gue harus nutup teleponnya, deh. Lain kali gue kabarin lagi oke?"