SUDAH TERBIT
#1 on tenfiction (20 mei 2021)
Ini tentang Langit Putra Alghifarry. Cowok bertubuh besar dan tegap dengan jaket hitam berlambang elang dibelakang punggungnya. Ia juga termasuk kalangan deretan cowok nakal di sekolah nya. Cowok seperti L...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
"Nay, di panggil sama Kak Vina di depan." ucap Salah satu siswi teman sekelas Nayla yang kebetulan ia sudah datang pagi-pagi kali ini.
Nayla mengangguk, "iya bentar." Nayla mengambil topi nya untuk nanti saat upacara di tas nya, lalu berjalan keluar kelas saat sudah mendapatkan topinya.
"Hai, Kak. Eum ada apa ya Kak?" tanya Nayla saat sudah sampai di hadapan Vina tepat depan pintu kelas Bahasa 1.
Vina menoleh, "lo bisa gantiin Hana temen gue gak jaga UKS? Soal nya gue tadi nya yang mau gantiin tapi gue baru inget kalau sekarang gue yang jadwal nya jadi PMR di belakang." kata Vina.
Vina Avyandara cewek berkulit putih, tinggi dan rambut sebahu itu adalah ketua PMR SMA Cempaka, Vina juga murid berprestasi dari kelas XI Ipa 1. pantas saja, ia banyak dipilih oleh teman-teman nya karna cewek itu pantas mendapatkan gelaran ketua PMR.
"Kak Hana emang kenapa Kak?" tanya Nayla pada Vina.
"Lagi jaga Mama nya. Lo mau gak? Kalau gak nanti gue coba tawarin ke anak Ips yang kelas sepuluh." jawab Vina.
"Boleh, Kak. Jadi nanti aku jaga nya dalam UKS iya Kan?" Nayla bertanya.
Vina mengangguk, "thanks ya. Kalau gitu gue siap-siap dulu di UKS soal nya bentar lagi Upacara mau mulai. Lo juga sebelum Upacara mulai udah ada disana." pesan Vina sebelum pergi.
"Iya nanti, Kak. Aku mau tunggu temen aku bentar." balas Nayla.
"Oke." ucap Vina, "gue duluan ya, Nay." tambah nya.
"Iya, Kak." setelah mengucapkan itu, Nayla kembali masuk ke dalam kelas dan berjalan menuju tempat duduk nya.
Baru ingin duduk, suara yang Nayla kenali terdengar. "Halo, Nay." sapa Fia, lembut. Ditambah dengan senyum lebar nya yang menghiasi wajah cantik nya.
Nayla celingukan karna Fia hanya datang sendiri, "Niara sama Safira kemana, Fi?" tanya Nayla membuat Fia mendengus.
"Gue sapa gak dijawab tapi malah nanya yang lain." dumel Fia dengan wajah dibuat kesal.
Nayla tersenyum geli melihat kelakuan Fia, Nayla mendekat dan merangkul sahabat nya ini. "Iya, Halo. Udah kan gue bales sapaan lo."
Fia berdehem lalu meletakkan tas nya disamping tas Nayla, "ayo ke lapangan, Nay." ajak Fia.
"Bentar dulu, tadi pertanyaan gue belum lo jawab. Sekarang jawab." ujar Nayla pada Fia.