50. SURAT MISTERIUS

7.8K 482 33
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••


Pagi hari ini, Nayla dan ketiga teman nya sudah sepakat untuk ke Rumah sakit melihat buku history yang sudah ditemukan oleh Dokter Ardi. Hari Sabtu sebenarnya lebih enak digunakan untuk bangun siang tapi karena ada hal lain yang lebih penting, Nayla mengorbankan jam tidur nya yang sampai siang itu untuk ke Rumah Sakit.

Kini Fia, Niara dan Safira berada di ruang tamu menunggu Nayla yang sedang bersiap-siap.

Semalam keempat nya memang berniat untuk mencari bukti bahwa bukan Shaka pelaku nya.

Sambil menunggu Nayla, mereka sudah disediakan cemilan dan juga minuman dingin oleh Bi Idah saat mereka datang.

Selang beberapa menit Nayla datang menggunakan kemeja putih polos serta celana biru dongker yang hanya sebatas betis dan untuk sepatu, Nayla memakai sepatu sendal berwarna hitam. Nayla menghampiri ketiga teman nya itu.

Nayla duduk di sebelah Niara, "berangkat sekarang aja yuk." ajak nya, ia melihat jam tangan nya, "dari rumah gue, butuh waktu kurang lebih satu jam. Gimana?"

"Bentar Nay, minum dulu." ujar Fia.

"Lo yakin bakalan dapet informasi dari buku History kejadian kecelakaan itu?" tanya Safira, tak yakin.

Cewek berambut hitam lebat itu diam, lalu detik berikut nya berujar. "Yakin gak yakin. Dicoba aja dulu, siapa tau dapet informasi." ujar nya.

"Lama lo Fi, makan mulu." kata Niara, kesal.

"Bodo." balas Fia, menjulurkan lidah nya mengejek Niara.

"Naik grab apa mau dianter Pak Diman?" tanya Nayla pada ketiga teman nya.

"Gue kan bawa mobil Nay." ujar Safira.

"Ya udah yuk berangkat sekarang. Kalau agak siangan macet." kata Nayla dan ketiga nya mengangguk setuju.

Keempat nya bersiap-siap untuk berangkat. Namun sebelum itu mereka berpamitan pada Bi Idah dan juga Pak Diman. Setelah nya Nayla, Fia, Niara dan Safira berangkat menuju Rumah Sakit. Tempat yang akan mereka tuju.

•••

"Bos lo yakin Shaka pelaku nya? Kalau lo salah tuduh terus pihak keluarga nya gak terima, lo bisa dipenjara tar." kata Ragas, bingung dengan pola pikir Langit.

Kini Langit, Gathan, Erick, Ragas, Andra dan Ezra berada di balkon depan kamar Langit. Entah ada apa tiba-tiba kelima teman nya menghampiri Langit jam sepuluh pagi seperti ini.

Gara-gara kehadiran mereka juga Langit jadi terpaksa harus bangun sepagi itu.

Biasa nya Ketua Alderious itu lebih sering bangun pukul tiga sampai empat sore. Bahkan kalau kelelahan cowok itu bisa sampai malam dan setelah bangun, ia begadang sampai pagi.

Cowok yang sedang menghisap rokok nya itu melirik Ragas sekilas, lalu berujar, "gak takut gue. Walaupun nanti nya gue salah, gue juga siap dipenjara sama pihak keluarga nya dia kalau gue dituntut."

LANGIT & NAYLA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang