Tiga hari telah berlalu, Sagara sudah mau kembali pulang kerumahnya, jarak rumah Sagara dengan rumah Mella tak begitu jauh, mungkin hanya berjarak 7 kilo meter saja.
Namun Mella rewel untuk di tinggal, ia engan berpisah kepada Sagara. Rasa rindu di hati Mella belum sepenuhnya terobati, ditambah lagi Sagara selalu memanjakan Mella hal itu pun menambah ketidak relaan Mella untuk di tinggal sagara. Padahal tiga hari sudah ia habiskan waktu untuk selalu bersama dengan Sagara. Dan kini saatnya Sagara pulang, karena esok ia sudah mulai kerja di sebuah rumah sakit kota.
"Memangnya bang Saga harus pulang ya?" Tanya Mella lirih kepada Sagara.
"Iya Mel, enggak usah sedih-sedih gitu juga kalik, rumah kita dekat, lu bisa kapan aja berkunjung ke rumah gue"
"Tapi gue masih kangen ga..." ucap Mella sedih, lalu memeluk Sagara.
"Iya, kita kan bisa ketemu lain waktu"
"Tapi gaa... em... gue ikut lo aja ya..." pinta Mella sambil merengek.
"Ikut?" Tanya memastikan, dan Mella mengangguk.
"Terus rencana lo gimana kalo lo mau gue?" Tanya Saga berbisik.
"Astaga... gue lupa" batin Mella sambil melotot.
"Besok kan ulang tahunya, dan katanya lo mau bikin kejutan dengan datang kembali kerumahnya" bisik Saga lagi.
"I--iya gue tadi lupa, yaudah deh gue nggak jadi ikut lo" final Mella lalu melepas pelukannya.
"Nah gitu dong, lagi pula kalo lo ikut gue pulang lo pasti bakalan bosen dirumah, karena gue besok kerja jadi nggak bisa temenin lo"
"Iya juga sih" sahut Mella membenarkan kata Saga.
"Dan lo nanti harus bilang sama Om Bagas kalo lo mau pulang kerumah Ray, biar besok pagi nggak dadakan" ucap Saga memberi saran kepada Mella, karena Mella belum pernah bilang kepada Bagas kalau Mella akan pulang kerumah Saga.
"Iya"
"Sip, kalo gitu gue pulang ya, jaga kesehatanmu, jaga juga calon keponakan gue. Kalo ada apa-apa langsung telfon gue, insyaallah gue akan selalu ada untuk lo"
Mella pun memgangguk, saga langsung mengacak rambut Mella gemas kemudian memeluk Mella lalu mencium singkat kening Mella.
"Yuk, anterin gue ke depan" pinta Saga.
"Yuk"
Mereka langsung ke lantai dasar, di ruang tamu sudah ada Bagas, Sarah serta Irvan.
"Jadi pulang sekarang?" Tanya Bagas.
"Iya om, besok mulai kerja. Saga pamit dulu ya" ucap Saga kemudian menyalami Bagas.
"Iya nak, semoga pekerjaan mu lancar"
"Iya om makasih" kemudian Saga berlaih menyalami Sarah.
"Saga pamit pulang dulu tan" ucapnya Sarah mengangguk sambil tersenyum.
"Iya nak, sering-sering mampir kesini ya"
"Siap tante" dan terakhir Saga memeluk Irvan ala ala cowok.
"Gue pulang, tunggu besok, gue kesini bakal kalahin elu main catur" ujar Saga, menantang.
"Yoi, siapa takut" sahut Irvan berani, membuat semua orang yang berada di ruangan itu tertawa.
"Mel, see you next time" ucap Saga sambil menatap Mella yang sedang meremas jari jarinya sendiri karena ia masih ingin bersama Saga, rindunya belum sepenuhnya terobati.
"I--iya" ucap Mella sambil menunduk.
"Jangan sedih lah Mel, kek mau di tinggal perang aja." celetuk Saga membuat tawa kembali terdengar dari mulut Bagas, Sarah, dan juga Irvan, Mella hanya merespinya dengan senyum yang tersendat lalu berhambur ke pelukan Saga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Accident
Storie d'amore[Harap follow dulu sebelum baca] Sebuah kisah pernikahan yang berawal dari suatu kejadian. Tanpa di sangka, suatu kejadian merubah kehidupan. Dimana seorang Mellani yang ramah bertemu dengan Raynand si pria dingin. Sebuah kisah cinta yang datang tib...
