Happy Reading
🌹🌹🌹
Sampai di sekolah untung Mella tidak mual-mual, ia hanya merasa tubuhnya lemas. Saat pelajaran, Mella memeperhatikan guru sambil menopang dagu, dengan matanya yang sayu Mella tetap memaksakan dirinya untuk mengikuti pelajaran, karena Mella takut nanti tidak lulus ujian yang akan ia laksanakan 2 minggu lagi.
"Mel kalau lo sudah nggak kuat, ke UKS aja yuk. Badan lo sudah lemes banget " Ujar viona yang kesekian kalinya, sedari tadi Viona terus mengajak Mella ke UKS namun Mella tidak mau.
"Enggak Vi, 20 menit lagi pelajaran selesai kok," tolak Mella halus. Viona menghembuskan nafasnya panjang, ada aja alasan yang di ucapkan Mella ketika dirinya mengajak Mella ke UKS.
20 menit telah berlalu, kegiatan belajar mengajar telah usai, Mella dan Viona langsung mengemasi buku serta alat tulisnya. Kemudian sang ketua kelas langsung memimpin do'a.
Sesudah berdoa, para siswa langsung menyalami Gurunya, kemudian berhamburan keluar kelas untuk menuju rumah masing-masing.
Namun, Mella dan Vio lebih memilih keluar paling akhir karena mereka berdua tidak mau keluar kelas dengan berdesakan. Sesudah di rasa sepi Mella dan Vio baru keluar kelas.
Sesampainya di ambang pintu, ternyata ada Tyo yang merupakan siswa IPS 1 sudah stand by untuk menjemput Mella yang merupakan kakak iparnya.
"Yok pulang, kasian calon ponakan gue kalo lo ajak beraktifitas terus," ucapnya lembut dengan nada lirih. Mella langsung membalasnya dengan seyum serta anggukan.
"Kalo gitu gue duluan ya Mel, gue sudah di tunggu Bang Vero di gerbang ternyata. Tyo gue titip Mella ya, kalian hati hati di jalan," ujar Viona setelah mendapat bebera notif dari kakaknya.
"Iya Vi, lo tenang aja Mella aman sama gue," sahut Tyo meyakinkan.
"Sip deh," akhir Viona setelah itu melangkahkan kakinya berlalu pergi dari hadapan Mella dan Tyo.
"Yuk Mel, kita pulang," ajak Tyo kemudian mengengam tangan kakak iparnya dan membawanya ke parkiran.
****
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Mella dan Tyo sudah sampai di rumah. Mella langsung di suruh ibu mertuanya untuk makan siang bersama.
Mella pun mengiyakan. Namun, didalam hatinya Mella telah menginginkan sesuatu. Tapi, Mella enggan mengatakanya, ia takut ibu mertuanya kecewa karena makanan yang telah di buat oleh ibu mertuanya itu tidak ia makan, dan malah menginginkan makanan lain yang saat ini tidak tersedia.
Oleh karena itu, mau tak mau Mella langsung mengambil makanan yang sudah ibu mertuanya sajikan di meja makan. Setelah selesai berdo'a, bukannya Mella memakan makanan itu tapi ia malah mengaduk-aduk makanannya dengan tatapan kosong. Karena, hanya satu yang Mella inginkan, yaitu salat buah.
"Kenapa nggak di makan Mel?" tanya Tyo yang juga sedang makan siang, saat ini di meja makan ada Calista, Tyo, Mella dan juga Fera, hanya Ray dan Satya saja yang tidak ikut serta, pasalnya mereka berdua masih bekerja.
"Em, a--aku a-anu. T--tyo aku pengen salat buah... hiks.. hiks..." ucap Mella takut-takut dan tiba-tiba menangis. Fera melihat tingkah menantunya pun tersenyum, pantas saja dari tadi makanannya hanya di aduk-aduk saja sambil melamun, ternyata menantunya lagi mengidamkan makanan lain.
"Yaampun sayang, kenapa nggak bilang dari tadi, kalo Mella pengen sesuatu langsung bilang saja, Bunda nggak akan marah kok. Yaudah Tyo kamu belikan salatnya gih," ujar Fera lembut dengan sifat keibuannya. Tyo pun langsung mengangguk, kamudian bangkit dari duduknya untuk menjalankan perintah dari sang ibunda. Namun, waktu Tyo baru membalikkan badanya suara Calita telah menghentikkan niatnya yang ingin melangkahkan kaki.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Accident
Romance[Harap follow dulu sebelum baca] Sebuah kisah pernikahan yang berawal dari suatu kejadian. Tanpa di sangka, suatu kejadian merubah kehidupan. Dimana seorang Mellani yang ramah bertemu dengan Raynand si pria dingin. Sebuah kisah cinta yang datang tib...
