Di kamar yujin pukul 02.00~
Yujin yang sedari tadi tidak bisa tidur terus membolak-balikkan badannya gelisah. Ia masih khawatir dengan pesan yang diterimanya tadi.
Minju udah tidur nyenyak, aku keluar cari angin bentar deh. Batin yujin.
Yujin pun keluar pelan-pelan dari kamar mereka menuju ruang tamu. Ia lalu duduk di sofa dan mengambil hp nya keluar.
Apakah aku harus meminta bantuan Mr. Kang tentang ini? Batin yujin bimbang.
Akhirnya setelah penuh pertimbangan, yujin pun memutuskan untuk tidak meminta bantuan Mr. Kang. Palingan hanya orang kurang kerjaan. Pikirnya. Setelah itu, ia pun mematikan hpnya dan kembali ke kamar untuk tidur.
Keesokan paginya, liburan hari kedua~
"Yujinn, ayo bangun, kita sudah harus bersiap-siap." Panggil minju mengguncang badan yujin.
"Hmm, ini jam berapa ju?" Tanya yujin sambil mengucek matanya baru bangun.
"Jam 10 yujin, ayo bangun dan siap-siap." Jawab minju yang sedang make-up.
Yujin pun bangun dan bersiap-siap.
Beberapa saat kemudian~
Yujin dan minju sudah siap untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya. Tak lupa, sebelum berkunjung, mereka mampir membeli bunga terlebih dahulu. Tetapi, Yujin merasa bahwa sedari tadi, truk besar di belakang terus mengikuti mereka. Di jalanan itu hanya ada mobil yujin dengan truk besar tersebut. Perasaan yujin mulai tidak enak.
"Ju, kamu ngerasa ga kalau truk di belakang kita terus ngikutin kita?" Tanya yujin waswas.
"Hmm, iya ya jin aku kira ini cuman kebetulan, tapi nampaknya mereka terus di belakang kita. Terus kenapa jalan ini cuman ada dua mobil lagi." Balas minju sedikit khawatir.
Saat sampai di pertengahan jalan, tiba-tiba mereka berhenti karena ada penghadang jalan bertuliskan "Maaf, jalan tutup karena sedang diperbaiki".
"Aishhh, apa-apaan ini." Teriak yujin kesal.
"Jin, truk di belakang kita kok semakin cepat menuju arah kita!" Tanya minju panik.
"Ju, pegangan yang erat!"
Yujin segera memutar balik mobilnya ke arah yang berlawanan dengan arah datangnya si truk yang tadi hendak menabrak mobil mereka. Yujin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Truk itu juga ikut putar balik mengikuti arah mobil yujin dan minju.
"Truk itu ngikutin kita lagi, jin!" Ucap minju panik.
"Ju, hubungi Mr. Kang sekarang juga!" Perintah yujin.
Minju pun dengan segera mendial nomor Mr. Kang.
Maaf, nomor yang anda hubungi sedang sibuk, silahkan coba beberapa saat lagi.
"Mr. Kang ga angkat jin!" Ujar minju panik.
Yujin mencoba untuk fokus berkendara sambil terus melihat truk tersebut dari kaca spion. Tiba-tiba, seseorang dari jendela truk itu menjulurkan tangan dan kepalanya yang tertutup topi dan masker sambil membidik mobil yujin dan minju.
"Sialan, apa yang mereka lakukan!" Marah yujin sambil memutar stir mobil ke kanan.
Dorrrr!
Praakk!
Sebuah tembakan terdengar mengenai bagian belakang mobil mereka.
Tiba-tiba, sebuah panggilan bertuliskan "unkown" masuk ke handphone yujin. Yujin dengan segera mengangkatnya dan menyetel mode speaker.
"Bagaimana kejutanku, an yujin? Apakah kau suka?" Ucap pria di seberang sana mengejek.
"Siapa kau dan apa maumu?" Tanya yujin berteriak.
"Oopss, santai agen yujin-ssi. Kalau aku berkata apa keinginanku, bisakah kau memenuhinya? Hahaha" Tanya pria di seberang sana sedikit tertawa.
"Brengsek kau!" Marah yujin.
"Kau sangat berani rupanya an yujin sama persis dengan ayahmu, An Jung Hoon. Aku akan membuatmu berlutut memohon-mohon ampun kepadaku." Ujar pria itu.
"Siapa kau membawa-bawa nama ayahku, hah?" Tanya yujin penuh amarah.
"Kau, orangtua mu, kim minju, dan orang tua kim minju pantas mati sia-sia. Hahaha." Tawa pria itu mengesalkan.
"Dasar manusia sampah! Cepat katakan apa yang kau mau!"
"Santai, santai! Sudah kubilang kau tidak akan bisa memenuhi keinginanku. Aku tidak berencana menghabisi kalian sekarang. Aku masih belum puas bermain-main dengan kalian. Jadi sekian untuk hari ini, sampai jumpa lagi An Yujin dan Kim Minju!"
Tutt~suara telepon dimatikan~
Lalu, truk itu pun membelokkan mobilnya ke sebelah kanan. Yujin menghafalkan nomor pelatnya '9613'.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shoot! - Jinjoo (End)
FanfictionYujin dan minju adalah dua sahabat dari kecil. Orang tua mereka sama-sama meninggal dalam kecelakaan mobil yang sampai sekarang tidak diketahui penyebabnya. Kedua orang tua mereka dulunya bekerja untuk Agent X. Sehingga setelah kedua orang tua merek...
